YOGYAKARTA – Dalam menerapkan pola asuh, orang tua kadang tidak sadar telah melakukan overparenting. Ketidaksadaran tersebut terjadi dipicu karena banyak hal, namun sering kali terjadi karena kurangnya pengetahuan parenting yang dimiliki. Oleh karena itu orang tua perlu tahu apa itu overparenting.
Apa Itu Overparenting?
Menurut Kamus Cambridge, overparenting dimaknai sebagai terlalu banyaknya keterlibatan orang tua dalam kehidupan anak mereka. Overparenting condong pada upaya orang tua mengendalikan anak dengan berbagai cara namun sering dianggap sebagai bantuan.
Overparenting sering terjadi tanpa disadari oleh orang tua. Banyak kasus yang diawali dari keinginan orang tua memberikan fasilitas, bantuan, perlindungan, atau apapun untuk anak mereka. Sayangnya pemberian tersebut diberikan secara berlebihan.
Saat overparenting terjadi, anak seolah tidak diberikan kesempatan untuk merasakan kegagalan. Lebih buruknya, anak tidak memiliki hidupnya sendiri namun menjalani hidup seperti yang diinginkan oleh orang tua mereka. Tentu saja kondisi tersebut punya dampak yang buruk bagi anak.
Dampak Overparenting
Dilansir dari Psychology Today, pola asuh berlebihan atau overparenting akan menghambat perkembangan anak dari sisi rasa percaya diri, kompetensi, hingga kemandiriannya. Hambatan itu tentu berdampak pula pada perkembangan kepribadian anak di masa depan.
Dalam sumber lain juga dikatakan bahwa overparenting juga akan berdampak buruk terhadap hubungan anak dan orang tua di masa dewasa. Hubungan tersebut bisa terjadi dalam jangka panjang. Anak kemungkinan besar akan menuntut kebebasan dari apa yang ditanamkan orang tuanya selama ini. Mereka juga berpotensi besar melakukan pemberontakan.
Ciri-ciri Overparenting
Dalam tulisan yang berjudul Sikap Over Protective Orangtua Terhadap Perkembangan Anak yang terbit di Jurnal Penelitian Guru Indonesia - JPGI (2017) dijelaskan ciri-ciri overparenting yakni sebagai berikut.
- Orang tua memberi perlindungan secara berlebihan
Sikap ini diberikan dengan tujuan agar anak tidak mengalami kesulitan. Selain orang tua juga bermaksud untuk memberi perlindungan kepada anak dari gangguan fisik dan psikisnya. Sayangnya perlindungan diberikan secara berlebihan.
- Kontrol atau pengawasan yang berlebihan pada anak
Tidak hanya perlindungan, overparenting juga terjadi pada ranah pengawasan orang tua terhadap anak. Orang tua memang perlu menjalankan fungsi pengawasannya, namun tidak boleh terlalu berlebihan. Dalam overparenting, orang tua akan memantau gerak-gerik hingga tingkat laku anak. Pengawasan tersebut akan berimbas pada pengekangan kebebasan anak.\
- Pencegahan terhadap kemandirian anak
Orang tua harus bisa mengajarkan anak untuk mandiri. Namun pengajaran itu tidak terjadi pada pola asuh overparenting. Orang tua akan mencegah anak melakukan pekerjaan terntentu, khususnya pada pekerjaan yang—dalam pandangan orang tua—membahayakan.
BACA JUGA:
Itulah informasi terkait apa itu overparenting. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.