Bagikan:

JAKARTA - Belakangan ini tren face taping atau pita wajah viral di media sosial seperti TikTok dan Instagram. Metode ini disebut sebagai botox alami, dengan tujuan mengurangi kerutan dan mengencangkan kulit tanpa prosedur medis.

Dikutip dari Byrdie, pada Senin, 2 Juni 2025, face taping melibatkan pita perekat khusus yang ditempatkan pada area wajah tertentu. Mulai dari dahi, sekitar mata, rahang, yang bertujuan untuk menarik dan kulitnya terlihat kencang.

Tujuan lain penggunaan face taping adalah untuk membatasi gerakan otot wajah yang dapat menyebabkan kerutan. Hal ini mirip dengan cara kerja botox yang menghambat kontraksi otot.

“Face taping digunakan untuk membantu mengangkat kulit secara instan dan menyamarkan kerutan di tempat-tempat tertentu. Dengan menempelkan face taping akan memberikan efek facelift secara instan,” ujar dermatologist, Dr. Ivy DeRosa.

Namun, penggunaan face taping mirip dengan riasan wajah atau makeup, yang memberikan efek instan dan singkat. Efek dari face taping tidak bisa bertahan lama seperti melakukan botox, yang bisa bertahan dengan jangka panjang.

“Ini dapat memberikan efek perbaikan sementara dalam menghilangkan garis-garis halus, tetapi sekali lagi itu bersifat sementara,” tuturnya.

Jika ingin menghilangkan garis halus atau kerutan dalam jangka panjang, ahli menyarankan untuk melakukan botox. Anda juga bisa melakukan terapi laser dan prosedur kecantikan lainnya.

Selain itu, melakukan face taping terus menerus juga tidak disarankan. Face taping bisa berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit karena lem pada lakban yang digunakan.

“Perekat fisik saat dipasang dan dilepas dapat menyebabkan kerusakan pada kulit luar, menyebabkan iritasi, kekeringan, dan dapat memperburuk penampilan kulit seiring berjalannya waktu,” pungkas Dokter DeRossa.