Eksklusif Amrus Ingin Memberi Lebih Banyak Makna Sebagai Solois
Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

Bagikan:

JAKARTA - Nama Amrus mungkin belum banyak dikenal sebagai solois. Namun, sebagai penulis lagu dan pemain steel guitar, Amrus sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia musik tanah air. Desember 2021, Amrus menutuskan untuk memulai karirnya sebagai solois dengan merilis lagu You don't Need.

Lagu ini dirilis bertepatan dengan Hari Ibu dengan alasan khusus. Amrus ingin mendedikasikan lagunya untuk cinta dan rindunya pada ibu.

"Mengenai single You don't Need ini memang sengaja dirilis pada 22 desember 2021 kemarin. Jadi memang karena cerita dari isi lagu kan curhatan pribadi mengenai betapa saya setiap hari kangen rindu berat sama orang tua terutama sama ibu," ujar Amrus saat berkunjung ke kantor VOI, Tanah Abang, Jakpus, Rabu, 23 Maret.

Dia bersyukur masih memiliki kesempatan bersama ibu, sayangnya jarak membuatnya tak cukup waktu berkumpul. "Alhamdulillah ibu masih ada sekarang jadi ketika perjalanan hidup mengharuskan bahwa saya berbeda jarak waktu tinggal jauh gitu kan. Berbeda pulau terus kemudian akhirnya berkarier dan memang gak bisa setiap hari mudah untuk ketemu. Rasa rindu setiap hari itu saya tuangkan dalam cerita dan kemudian kenapa enggak saya buatkan khusus untuk ibu," jelasnya.

Amrus mendedikasikan lagunya untuk ibu dan berharap pendengarnya bisa marasakan rindu yang sama. "Betapa saya sangat menyayangi ibu dan rindu setiap hari pengen bisa ketemu sama ibu," tegasnya.

You don't Need memiliki lirik yang membuat hati hangat. Padahal, sebenrnya lagu itu dibuat Amrus dengan mengalir saja.

"Jadi saya tidak berpikir dan punya harapan dari apa yang saya buat tapi yang pasti mudah-mudahan ini bisa relate ke banyak sahabat-sahabatlah yang mendengarkan terus kemudian bisa menjadi inspirasi, memotivasi juga bahwa apapun keterbatasan kita ya berbeda kondisi ya mungkin kita belum bisa memberi banyak buat orangtua terutama ibu," katanya.

Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

Amrus ingin kondisi keterbatasan itu tidak menjadi halangan untuk kita tetap harus maksimal niatkan yang terbaik untuk ibu karena seperti di lirik You don't Need. "Saya coba sampaikan bahwa seorang ibu udah enggak perlu lagi bilang dia care atau sangat sayang sama anaknya karena sebenernya itu udah kita bisa rasain yah sebagai anak," paparnya.

"Kita tumbuh besar diurus segala macem sampai akhirnya perjalanan karier bisa nyampe ke titik tertentu itu juga semua berkat support dari orang tua terutama dari ibu. Betapa sayangnya ibu kepada kita dan yang pasti dari doa ibu sih," imbuh Amrus.

Sebenernya Amrus sudah tumbuh di industri musik Indonesia sebagai session player. Berawal dari mengisi acara musik, Amrus mengenal beberapa sahabat host di tv memegang satu acara musik tertentu, dari sanalah karisnya mendapat banyak dukungan.

"Saya kenal dengan Tantowi Yahya terus sampai sekarang masih support dan sebagai bagian dari bandnya beliau, mengisi banyak rekaman di lagu beliau juga terus bang Aandhy Sondoro sampai sekarang masih sebagai session player-nya juga support banyak," kenangnya.

Perjalanan karirnya sebagai session player spesialis steel guitar dijalaninya dengan cinta. Selain karena suka menyanyi dan menulis lagu, Amrus juga sempat bergabung dalam format band. Bahkan lagu ciptaannya yang berjudul Aku Pergi dipakai buat soundtrack filmnya Putih Abu Abu.

"Saat itu arumi bachsin jadi bintang utamanya. Nah bernyanyi dan kemudian menulis lagu itu sebenernya sudah lama. Tapi untuk nyanyi karena saya besar dan tumbuh di komunitas terutama country dan blues gitu ya jadi scene musik ini tidak masuk ke jenis musik yang populer sekarang gitu," kata Amrus.

Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

 

Amrus bisa dibilang menjadi pemain steel guitar profesional satu-satunya di Indonesia. Tentu saja, tren musiknya belum bisa sepopuler musik lainnya. Namun, dia tidak pernah berubah pikiran.

"Saya tetap merasa sampai sekarang jadi trennya belum ada dan belum naik. Tapi di balik itu sebagai steel guitarist saya merasa instrumen bisa adjust ke musik manapun sampai saya masuk ke komunitas berbagai genre. Dari situ dapat jalan dan dikenal sama pelaku-pelaku industri musik yang punya nama duluan dan besar," paparnya.

Kesempatan rekaman dengan Tantowi Tahya, kerjasama dengan alm bung Glenn berapa kali main di konser didapatnya sebagai pemain gitar. "Saya sempat mengisi rekaman juga di Virgoun, Eva Celia, Naif, Kotak band, mas Baim dan banyak nama yang alhamdulillah juga jadi pembelajaran," katanya.

Perkenalakan dengan banyak musisi menambah rasa percaya diri Amrus untuk tampil sebagai solois. "Saya yakin akan ada momen di mana satu saat saya akan jalan sebagai penyanyi dan songwriter. Dan brandnya tetap Amrus dan steel guitar jadi kemudian beberapa lagu saya coba bikin untuk mengarah ke sana," paparnya.



Gayung bersambut, saat keinginan itu muncul, jalan Amrus sebagai solois terbuka dengan lagu You don't Need. "Dan alhamdulilah lagu ini yang tadinya niatnya gak berlebihan karena ini curhatan pribadi saya betapa rindunya sama ibu itu gayung bersambut direspons sama Best Beat Music," kenangnya.

Amrus seolah ingin memastikan diri bahwa jalannya sebagai solois benar-benar ada. Dia merasa bangga bisa membawakan lagu-lagu saya dengan karakter dirinya sendiri.

"Saya mau menyanyi dengan warna yang saya ingin. Dan itu buat saya seperti new journey lah petualangan baru bahwa ini akan jadi seru dan menyenangkan sekali bisa perform dan membawakan apa yang ada di suara hati kita dan kemudian menyampaikan makna lagu kepada audiens dengan karakter asli kita apa adanya dan itu yang buat saya poin utamanya," kata Amrus.


Mimpi Sepanggung dengan Iwan Fals

Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

 

Amrus merasakan bedanya tampil sebagai session player dan penyanyi sekarang ini. Sama-sama ingin menampilkan yang terbaik, Amrus harus mempersiapkan energi lebih sebagai penyanyi karena harus bisa menyampaikan pesan dalam lagunya.

"Apa yang kita tulis di dalam lagu itu butuh treatment yang sangat baik supaya tersampaikan dan nyampe ke audiens. Bukan cuma didengar tapi dirasakan. Kita bener-bener harus jujur karakternya juga harus kuat dan ada treatment, kita butuh tekhnik yang bagus menyampaikan itu dan saya pikir ini masih jalan sebagai proses belajar," katanya.

Pengalaman bekerja dengan Tantowi Yahya, Sandhi Sandoro dan penyanyi lain menjadi bekal baginya. "Itu semua guru saya saya banyak belajar dari mereka. Sebagai solois pastinya banyak hal yang ingin disampaikan lebih leluasa menyampaikan banyak hal yang kita rasakan dari audiens," jelasnya.

Baru sekali merilis lagu, Amrus sudah mendapat julukan Blues Man Sholeh. Tentu ini bukan pencapaian yang biasa. Ada rasa senang sekaligus beban dengan julukan dari warganet tersebut.

"Ya banyak musisi yang sholeh, cuma ini kayaknya saya harus punya statement sendiri bahwa saya berpikir apapun scene musiknya, musik country blues, rock and roll, atau punk segala macem ini adalah music as a music-lah. Buat saya musik bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif," tegasnya.

Di balik semua perjalanan karier, Amrus merasa punya tugas untuk menyampaikan pesan lagu-lagu ke orang lain sebagai inspirasi. Dia berharap bisa membuat lagu-lagu yang bisa menginspirasi orang atau bahkan memotivasi orang untuk jadi lebih baik.

"Mungkin dari situ yang akhirnya kerasa sama lingkungan gitu loh yang bisa dibilang akhirnya punya interpretasi bahwa amrus adalah seorang bluesman soleh karena kan tumbuhnya di komunitas blues gitu. Cuma saya pikir untuk menjadi sholeh apapun profesinya lah ya. Di musik kita harus memberikan jalan yang terbaik tapi untuk menjadi sholeh saya pikir sih sangat baik ya untuk menginspirasi banyak orang. Lebih belajar kemudian berbagilah," tegasnya.

Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

Hal baik yang terjadi setelah Amrus memutuskan untuk menjadi solois membuatnya yakin ini adalah pilihan yang tepat. Suaranya bisa jadi jembatan terbaik untuk menyampaikan inspirasi kepada orang lain untuk menjadi lebih baik.

"Kalau tiba-tiba lagu kita bisa menginspirasi orang jadi baik sih akan lebih penting daripada sekadar lagu kita disukai orang. Kebetulan saya tumbuh di luar musik saya belajar banyak mengenai desain karena kebetulan saya ilustrator dan kebetulan saya pernah mengajar desain. Saya punya statement, untuk menjadi unik keren itu tidak sulit," katanya.

Jika menjadi unik itu sulit, ada hal lain yang lebih sulit untuk dilakukan menurut Amrus. Apa itu?

"Ketika kita membuat karya kita yang keluar memang dari dalam hati yang kemudian pesannya sampai ke orang dan secara moral bisa kita pertanggungjawaban itu sesuatu yang penting. Kita main di blues kemudian orang lihat. Sama-sama belajar," jelasnya.

Lahir sebagai solois saat industri digital demikian maju, Amrus merasa beruntung. Apalagi dia bisa bersaing dengan anak muda milenial.

"Ini sebenarnya era yang luar biasa buat saya karena melihat anak-anak milenial saya bisa bilang bahwa mereka bisa belajar cepat itu dari media yang ada dan akses perkembangan musik dunia bisa dari situ. Sampe ketika membuat karya itu buat nyampe ke audiensnya itu mudah banget sekarang," katanya.

"Jadi intinya kita harus bisa membuat karya yang baik bisa dipertanggungjawabkan terus kemudian maksimal di situ pasti akan menemukan tempat di audiens kita. Apapun genrenya, apapun bentuk kemasannya, selama kita lakukan maksimal apalagi ketika kita membuat materi lagu misalnya itu kita niatkan hal tertentu yang memang “wah semoga merubah orang jadi lebih baik” atau misalnya memotivasi orang itu akan menemukan jalannya sendiri dan sampai ke audiens yang kita tuju," imbuhnya.

Amrus (Foto: Anto, DI: Raga/VOI)

 

Tentu saja Amrus ingin merili album setelah single You don't Need. Dia ingin memperkaya jenis musik dalam album perdananya nanti.

"Banyak teman-teman yang bilang ini sangat country atau berat folk. Tidak menutup kemungkinan di single berikutnya saya akan eksplor dan mudah-mudahan saya bisa kasih suprise kita akan ngasih sesuatu yang baru juga mudah-mudahan," harapnya

Selain album, ada impian lain yang ingin diwujuskan Amrus yaitu kolaborasi dengan Iwan Fals. Baginya, Iwan Fals adalah mususi legend.

"Ada sesuatu yang seru saya lihat. Saya mempelajari karya beliau dengan berbeda massa dari awal yang country banget kritis. Terus kemudian saya sempat denger di mobil ketika di arrange sama om Ian Antono itu era yang kritis tapi musiknya modern terus kemudian sampai era sekarang," paparnya.

"Sepertinya beliau gak perlu instrumen yang bunyi cuma nyanyi doang pake suaranya itu amazing sih buat Indonesia. Saya membayangkan bermimpi suatu saat saya bunyiin steel guitar di salah satu lagunya itu udah luar biasa," kata Amrus.

"Saya bisa bunyiin steel guitar saya terekam satu frame terekam dengan suara seorang Iwan Fals itu udah alhamdulillah banget bersyukur banget gitu. Gak tahu mudah-mudahan kesampaian," jelasnya.

Meskipun mantap berkarir sebagai solois, Amrus tak cuma menyanyi saja. Dia memadukan kemampuannya memainkan steel guitar dan memproduksi alat musiknya sendiri.

"Jenisnya lap steel guitar ini sengaja saya desain bentuknya seperti ini skalanya seperti ini. Alhamdulillah kesampaian juga ini bagian dari mimpi saya bisa bikin steel guitar, produce sendiri, dengan brand nama saya di sini jadi produk ini memang saya dedikasikan ada nama George de Fretes. Pemain steel guitar Indonesia asli yang masuk ke Hall of Fame America," katanya.

Menurut Amrus, setelah George de Fretes belum ada pemain steel guitar yang bisa menyamai prestasinya. Amrus bahkan pernah bertemu dengan anaknya George de Fretes dan mendapat pesan untuk meneruskan steel guitar di Indonesia. "Itu memotivasi saya," tegas Amrus.