YOGYAKARTA - Kepala bayi peyang dapat terjadi saat lahir atau bisa juga setelahnya dengan penyebab yang bermacam-macam. Pada umumnya memang tidak memengaruhi perkembangan dan fungsi otak, tetapi kepala bayi peyang dapat menyebabkan bentuk wajah bayi menjadi tidak simetris.
Tulang tengkorak bayi yang baru lahir masih bersifat lunak, sehingga akan berubah bentuk jika ada tekanan yang terjadi dalam jangka waktu lama. Contohnya, jika bayi berbaring dalam satu posisi yang sama. Hal inilah yang menjadikan salah satu sisi kepala bayi peyang.
Kepala bayi peyang terbagi menjadi dua jenis, yaitu plagiocephaly dan branchycephaly. Plagiocephaly merupakan kondisi kepala bayi peyang pada salah satu sisi, sehingga kepala terlihat asimetris. Kondisi ini menjadikan posisi kedua telinga terlihat tidak sejajar dan kepala terlihat tidak rata jika kita lihat dari atas.
Sementara itu, branchycephaly merupakan kondisi di mana kepala bayi peyang pada bagian belakang. Kondisi ini menjadikan kepala bayi tampak melebar sehingga dahinya menonjol ke depan.
Apa yang Menyebabkan Kepala Bayi Peyang?
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kepala bayi peyang, antara lain:
Masalah di rahim
Selain posisi tidur, kepala bayi peyang juga dapat dikarenakan tekanan pada kepala bayi saat masih di dalam rahim. Tekanan ini dapat muncul karena cedera atau kekurangan cairan ketuban.
BACA JUGA:
Tidur telentang terlalu lama
Posisi tidur telentang memang posisi yang lebih aman untuk bayi. Namun, tidur dengan posisi yang sama selama berjam-jam dapat membentuk bagian belakang kepalanya menjadi datar atau peyang.
Ketegangan otot leher
Otot leher yang terlalu tegang atau kaku juga dapat membuat kepala bayi peyang. Hal ini dikarenakan saat otot leher bayi tegang, salah satu sisi kepala bayi akan lebih sering menerima tekanan daripada sisi yang lain.
Kelainan tulang tengkorak
Dalam kasus yang jarang terjadi, kepala bayi peyang dapat dikarenakan oleh penyatuan lempeng tulang tengkorak yang terlalu dini atau disebut juga craniosynostosis. Kondisi tersebut dapat membuat bentuk kepala bayi tidak sempurna.
Jika hal ini tidak segera ditangani, craniosynostosis pada bayi dapat menimbulkan gangguan penglihatan dan keterlambatan perkembangan kognitif.
Lahir prematur
Kelahiran prematur juga dapat berpengaruh terhadap bentuk kepala bayi. Saat bayi lahir prematur, tulang tengkorak umumnya akan lebih lunak. Bayi pun cenderung tidur pada salah satu sisi kepala karena keterbatasannya untuk menggerakkan atau mengganti posisi kepala.
Bagaimana Cara Mengatasi Kepala Bayi Peyang?
Untuk mengatasi kepala bayi menjadi peyang, ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan sebagai orang tua, yaitu:
- Menggendong dengan berbagai posisi
- Mengubah posisi tidur bayi secara berkala
- Mengubah posisi tempat tidur
- Memakaikan bayi ikat kepala atau helm khusus (cranial helmet) yang berguna untuk memberikan tekanan pada salah satu sisi kepala dan mengurangi tekanan di sisi lain.
Kepala Si Kecil yang telanjur peyang umumnya akan kembali bulat jika Anda melakukan langkah-langkah di atas. Namun, kondisi ini membutuhkan waktu beberapa bulan. Bentuk kepala Si Kecil juga akan terlihat normal dan membaik ketika rambut mulai tumbuh lebat.
Kepala bayi peyang umumnya tidak berbahaya, tetapi berisiko membuat wajah dan kepala bayi terlihat tidak simetris. Untuk mencegah dan mengatasi kondisi ini, Anda dapat melakukan cara-cara yang sudah dijelaskan di atas. Jika teknis tersebut belum berhadil, segera konsultasikan ke dokter untuk menerima penanganan yang tepat.
Demikianlah ulasan mengenai hal yang menyebabkan kepala bayi peyang. Semoga informasi ini bermanfaat! Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.