Bagikan:

YOGYAKARTA - Pernah merasa suasana hati tiba-tiba berubah hanya karena perut kosong? Fenomena sering marah saat lapar ternyata bukan sekadar kebiasaan atau sugesti. Ilmu pengetahuan menunjukkan bahwa usus memiliki peran besar dalam mengatur emosi melalui hubungan erat yang dikenal sebagai gut-brain connection. Cara kerja usus dalam mengirim sinyal ke otak dapat memengaruhi rasa tenang, cemas, hingga mudah tersinggung. Karena itu, memahami bagaimana usus memengaruhi suasana hati menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mental secara menyeluruh.

1. Usus dan otak terhubung langsung melalui sistem saraf

Usus berkomunikasi dengan otak melalui jaringan saraf yang bekerja dua arah, terutama lewat saraf vagus. Jalur ini memungkinkan sinyal dari usus sampai ke otak dalam waktu sangat singkat. Ketika perut kosong atau tidak nyaman, otak dapat menafsirkan sinyal tersebut sebagai kondisi darurat. Melansir Psychology Today, Rabu, 7 Januari, respons ini sering muncul sebagai rasa gelisah atau emosi yang lebih mudah meledak. Itulah sebabnya rasa lapar kerap diikuti perubahan suasana hati.

2. Ritme alami usus memengaruhi kestabilan emosi

Usus memiliki ritme listrik alami yang membantu proses pencernaan tetap teratur. Otak dapat menyelaraskan diri dengan ritme ini dan menggunakan informasi tersebut sebagai dasar merespons kondisi tubuh. Saat ritme usus terganggu, misalnya karena lapar atau stres, otak bisa menjadi lebih sensitif. Sensitivitas berlebihan ini membuat emosi lebih reaktif dari biasanya. Akibatnya, Anda bisa merasa mudah kesal tanpa alasan yang jelas.

alasan usus memengaruhi suasana hati saat lapar
Ilustrasi alasan usus memengaruhi suasana hati saat lapar (Freepik)

3. Usus berperan dalam produksi zat pengatur mood

Sebagian besar serotonin, zat kimia yang membantu menjaga suasana hati tetap stabil, diproduksi di usus. Ketika asupan energi berkurang akibat lapar, proses ini bisa ikut terpengaruh. Kondisi tersebut membuat tubuh lebih sulit mempertahankan perasaan tenang dan nyaman. Perubahan kecil dalam sistem pencernaan pun dapat berdampak pada emosi. Inilah alasan mengapa menjaga pola makan teratur penting bagi kesehatan mental.

4. Sinyal dari usus memengaruhi cara otak membaca stres

Otak terus menerima laporan dari usus untuk menilai apakah tubuh berada dalam kondisi aman. Saat lapar, sinyal yang dikirim usus dapat membuat otak merasa tubuh sedang tertekan. Otak lalu mengaktifkan respons stres ringan yang memengaruhi suasana hati. Respons ini sering muncul sebagai mudah marah atau sulit berkonsentrasi. Tanpa disadari, perut kosong bisa membuat emosi terasa lebih berat.

5. Kondisi usus memengaruhi kemampuan tubuh mengendalikan emosi

Usus yang sehat membantu tubuh mengatur respons emosional dengan lebih seimbang. Sebaliknya, ketika usus kekurangan asupan atau tidak nyaman, kontrol emosi bisa melemah. Tubuh cenderung bereaksi lebih cepat terhadap rangsangan kecil. Hal ini membuat Anda lebih mudah tersulut emosi saat lapar. Menjaga kesehatan usus berarti memberi ruang bagi emosi untuk tetap stabil.

Sering marah saat lapar bukanlah hal sepele, melainkan sinyal bahwa usus memengaruhi suasana hati melalui hubungan kompleks antara tubuh dan otak. Gut-brain connection menunjukkan bahwa kesehatan mental tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh kondisi pencernaan Anda. Dengan menjaga pola makan teratur dan kesehatan usus, suasana hati dapat lebih stabil dan emosi lebih terkendali. Memahami peran usus dalam mengatur emosi membantu Anda merawat kesehatan mental secara lebih utuh dan berkelanjutan.