JAKARTA – Selama sebulan penuh, mulai 1 hingga 30 November 2025, Daerah Istimewa Yogyakarta akan menjadi tuan rumah Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF). Ajang ini menghadirkan rangkaian kegiatan yang memadukan unsur penyembuhan tubuh, pikiran, dan jiwa, dengan melibatkan berbagai komunitas lokal.
"Kami adalah festival berbasis komunitas, yang memang lahirnya berbasis dari kearifan Jawa atau kearifan lokal tradisi yang kami di tahun ini bertemakan Wiroso, Wiromo, Wirogo," ujar Ketua Panitia JCWF, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dalam konferensi pers Wonderful Indonesia Wellness di Jakarta, Rabu.
Festival ini menawarkan lima kategori workshop, masing-masing dapat diikuti dengan tiket Rp500 ribu untuk akses sehari penuh. Kapasitas peserta bervariasi, mulai dari 500 hingga 2.000 orang per kelas.
Beberapa tema yang dihadirkan antara lain:
-
Healthy Food dan Herbals – belajar meracik jamu dan herbal, sekaligus menikmati santap siang bersama.
-
Eco-Friendly Living – demonstrasi gaya hidup berkelanjutan, diskusi energi terbarukan, hingga keberlanjutan komunitas.
-
Spiritual Wellness and Energy Healing – meditasi, ritual budaya, serta sesi diskusi tentang spiritualitas.
-
Natural Beauty, Family and Inner Child – perawatan kulit alami, yoga keluarga, serta ritual penyembuhan tradisional.
-
Harmony in Wellness – sesi healing yang dipadukan dengan pertunjukan musik, seni, dan budaya sebagai penutup.
BACA JUGA:
"Di sini kami menyediakan ruangan penyembuhan keluarga atau inner child lewat seni dan juga aktivitas adat. Ini kami bekerja sama banyak dengan psikolog-psikolog bagaimana kita secara generasi milenial bisa sembuh dari luka kita dalam ya penyembuhan pada waktu kita kecil ada trauma dan lain sebagainya," jelas GKR Bendara.
Selain menghadirkan pengalaman unik, JCWF juga memperkuat ekosistem wisata kebugaran di Yogyakarta. GKR Bendara menuturkan bahwa industri wellness di daerah ini semakin berkembang berkat dukungan para pelaku pariwisata, mulai dari hotel hingga komunitas lokal. Banyak di antaranya aktif menyelenggarakan kegiatan kecil seputar meditasi, makanan sehat, hingga praktik hidup selaras dengan alam.
Pelaku wisata, komunitas, pemerintah daerah, hingga agen perjalanan kini saling berkolaborasi untuk memperkenalkan keaslian dan kekayaan wisata kebugaran Yogyakarta ke tingkat yang lebih luas.
"Tentu di pemerintah juga (terlibat), karena ekosistem itu ada dari industri dan juga dari pemerintah. Pemerintah daerah juga sudah mulai bekerja sama bagaimana untuk mempromosikan wellness ini dalam skop yang lebih besar," tambahnya.