JAKARTA - Trail run kini bukan sekadar olahraga ekstrem, melainkan juga gaya hidup baru yang penuh eksplorasi dan refleksi diri.
Namun bagi pemula, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak cedera.
Salah satu pelari yang mengikuti event trail run, Meili Junita membagikan tips bagi para pelari trail pemula.
Baginya, pelari trail pemula harus menganggapnya sebagai jalan-jalan terlebih dahulu.
“Jadi kita jangan anggap olahraga atau capek dulu, anggap saja ini jalan-jalan dulu. Walaupun cuma sekedar lari 5 km. Kita cari buat capek, nikmatin aja dulu," ujar Meili, saat ditemui di Cisadon, Bojong Koneng, Bogor pada Kamis, 17 April.
Menurut Meili, trail run adalah proses bertahap yang tak perlu dipaksakan.
"Nanti lama-kelamaan bertemu medan menanjakan, ada rasa ingin mencoba speedwalk, lama-lama lari dikit. Dari istirahat, sama saja dengan kegiatan lain kebanyakan," ujarnya.
BACA JUGA:
Ia menekankan pentingnya recovery yang cukup. Menurutnya, hal terpenting meluangkan waktu untuk cukup istirahat. Selain itu, bisa juga curi-curi tidur 1-2 jam saat siang atau sore hari.
"Kalau mau olahraga pagi hari, enggak usah menunggu sebelum matahari keluar. Kita keluar jam 6-7 pagi juga enggak apa-apa, cari nikmatnya dulu. Nanti kalau sudah serius, baru cari kompetisinya," imbuhnya.
Meili juga menekankan bahwa kenyamanan dan keamanan adalah kunci saat trail run.
"Kalau trail mau jalan, duduk sebentar atau makan dulu itu halal di trail. Soalnya jalurnya enggak rata, ada rumput, batu bergerak. Apalagi setiap orang punya latihan berbeda," jelas Meili.
Latihan bertahap sangat dianjurkan. Soal teknik trail run, Meili juga memberikan tipsnya.
"Kalau ketemu medan menanjak, kita jalan lagi, angkat pahanya, aktifasi power tangan. Pakai napas perut biar enggak membungkuk. Kalau jalannya rata, baru lari lagi," katanya.
Selain teknik dan adaptasi medan, pemilihan perlengkapan yang tepat juga menjadi hal vital, terutama sepatu.
"Persiapan trail running pakai outfit proper, apalagi buat yang pertama kali. Kepeleset atau apalah, itu harus diperhatikan," kata Stevie Go dari New Balance Running Community (NBRC).
“Latihan strength pasti penting, pemanasan juga. Kalau finish happy, semua bisa finish. Tapi kita juga enggak mau besoknya encok. Pemilihan sepatu itu nomor satu,” tambahnya.
Sebagai pengguna loyal New Balance, Stevie mengatakan bahwa kepercayaan dirinya meningkat dengan produk yang digunakan.
"Aku pakai seri New Balance sebelumnya. Aku lari tanpa takut kepleset, apalagi kalau medannya bebatuan dan licin. Batu itu tricky. Lari road juga harus perhatiin sepatu. Kalau cedera gara-gara sepatu, jadi kapok lari lagi," ucapnya.
Reggie Ramadana, Brand Marketing Manager New Balance, memperkenalkan Hierro V9 sebagai jawaban untuk para pelari yang butuh performa tinggi dan kenyamanan maksimal.
"Fitur New Balance Hierro V9 ini dikembangin dan performanya lebih oke. Protection-nya lebih tebal, tapi bahannya tetap ringan. Jadi lebih stabil buat lari di segala medan." ucap Reggie.
Peluncuran New Balance Hierro V9 dirayakan dalam acara 'Hierro Trail Escape' yang digelar di trek ikonik Cisadon, Sentul, Bogor. Jalur ini dikenal sebagai hidden gem para trail runner, menawarkan tantangan sekaligus keindahan alam yang memanjakan mata dan jiwa.