Bagikan:

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) terus mendukung terlaksananya rangkaian proses transformasi PT Pertamina International Shipping (PIS) dari sebelumnya sebagai Subholding Shipping hingga bertransformasi menjadi Subholding Integrated Marine Logistics. Transformasi ini juga bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Direktur Utama PIS, Erry Widiastono mengatakan transformasi ini merupakan langkah strategis yang diamanatkan Pertamina selaku pemegang saham untuk mendukung pencapaian target yang dicanangkan.

"Transformasi ini dilakukan agar PIS dapat bergerak cepat dalam mengembangkan portofolio bisnisnya di kancah global," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu, 12 September.

Kata Erry, transformasi PIS dari Subholding Shipping menjadi Subholding Integrated Marine Logistics memberikan benefit baik dari sisi bisnis maupun non-bisnis. Di antaranya PIS dapat secara mandiri melaksanakan strategi dan optimalisasi bisnis melalui kerja sama dengan mitra baik domestik maupun internasional dalam rangka meningkatkan keandalan dan operasional di bidang angkutan laut, marine services, dan logistics.

"Selain itu, perusahaan dapat melakukan financial funding secara mandiri dari lembaga perbankan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Mendorong PIS untuk memiliki manpower yang profesional dan berkualitas, pengelolaan perusahaan yang transparan sesuai dengan GCG, serta operasional perusahaan yang andal dan efisien. Sehingga memiliki kredibilitas dan reputasi yang baik di mata customer ataupun investor," ujarnya.

Erry mengatakan PIS memiliki beberapa program dengan target yang telah ditetapkan meliputi, pencapaian target EBITDA di atas 300 juta dolar AS, dengan laba bersih sekitar 110 juta dolar AS dan menghasilkan revenue di atas 2 miliar dolar AS untuk mendukung Pertamina secara group mewujudkan aspirasi berada di posisi top 100 perusahaan dunia Global Fortune 500 dengan valuasi 100 miliar dolar AS pada tahun 2024.

"Untuk mendukung pencapaian target-target tersebut, PIS perlu melakukan ekspansi bisnis melalui pengangkutan laut antar pelabuhan di Indonesia dan peningkatan pengangkutan kargo ekspor/impor baik untuk pasar Pertamina group maupun non pertamina (3rd party business)," ucapnya.

Kemudian, kata Erry, PIS juga membuat peningkatan pelayanan untuk alat-alat yang berhubungan dengan pelayaran dan melayani logistik offshore yang terintegrasi dengan pengelola jasa pelabuhan, keagenan, oil spill response dan lain-lain.

"Selain itu, PIS juga memiliki target optimalisasi layanan jasa logistics dengan pengalihan 6 terminal yang dikelola langsung oleh Subholding IML (Fuel Terminal Bau-Bau, Kotabaru, Sambu, Tanjung Uban dan Terminal LPG Tanjung Sekong serta Tuban)," tuturnya.

PIS siapkan strategi untuk menjadi pemain global

Setelah diresmikan pada Rabu, 5 Mei 2021, PIS semakin siap menjalankan amanat untuk melebarkan sayap bisnisnya menjadi perusahaan marine logistics terintegrasi berskala internasional.

Direktur Utama Pertamina International Shipping Erry Widiastono mengatakan, untuk mendukung hal tersebut, PIS baru saja mendapat pengalihan aset perkapalan dari PT Pertamina (Persero) yang meliputi 71 unit kapal milik Pertamina, aset marine non sarana tambat, dan saham kepemilikan Pertamina di PT Pertamina Trans Kontinental (PTK).

"Melalui serah terima aset tersebut dan dalam proses menerima 6 (enam) aset terminal, maka PIS ke depannya bukan saja mengelola bisnis perkapalan, melainkan sebagai Integrated marine logistics company," ujar Erry.

Langkah selanjutnya, PIS akan menjadikan PTK sebagai entitas bisnis dalam koordinasi PIS dan sekaligus menyerahkan aset sarana Marine Non Tambat (selain tanah dan bangunan) ke PTK. Langkah strategis tersebut merupakan bagian dari rencana corporate action dalam mengintegrasikan bisnis marine logistics ke dalam lingkup Subholding Shipping yang diharapkan dapat lebih berkembang dalam skala nasional maupun global.

PTK sebagaimana telah terintegrasi dengan PIS dalam menjalankan bisnis ke depannya, merupakan anak perusahaan Pertamina penyedia jasa pelayaran, jasa maritim terintegrasi, dan jasa logistik. Telah beroperasi sejak 1969, wilayah operasional PTK membentang dari Sabang sampai Merauke, yang saat ini telah memiliki lebih dari 50 jenis layanan.

Sebagai perusahaan pelayaran dan jasa maritim pertama di Indonesia, PTK mempergunakan Kapal Tunda hybrid engine ramah lingkungan sebagai bentuk komitmen perusahaan memenuhi ekspektasi masyarakat global akan entitas bisnis yang bertanggung jawab. Dalam menjalankan layanannya PTK memiliki 4 Anak Perusahaan dan 1 Joint Venture, dengan 11 Kantor Cabang.