COVID-19 Menggila di Indonesia, Pengusaha Hotel dan Restoran: Kami Tetap Harus Bekerja untuk Bisa Bertahan
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Kasus COVID-19 di Tanah Air terus mengalami penambahan. Di tengah tingginya kasus ini, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengaku tetap harus beroperasi.

Sekjen PHRI Maulana Yusran mengakui terpaksa berpikir mengedepankan ekonomi. Sebab, perusahaan tetap harus bertahan di tengah tekanan pandemi.

"Kenapa kami seolah-olah berpikir hanya masalah ekonomi? Karena masalahnya untuk kami survive itu, kami harus bekerja. Pendapatan kami hanya dari sektor tersebut," tuturnya saat dihubungi VOI, Rabu, 23 Juni.

Di samping itu, Yusran mengaku khawatir dengan lonjakan kasus COVID-19 belakangan ini. Namun, kata dia, pengusaha dihadapkan dengan tidak ada pilihan lain. Sebab, perusahaan harus memikirkan keberlangsungan hidup orang-orang yang bekerja di dalamnya.

"Keberlangsungan hidup orang-orang yang bekerja di dalam ini bagaimana nantinya. Belum lagi terhadap kewajiban-kewajibannya," jelasnya.

Tak hanya itu, Yusran juga mengaku khawatir tingginya kasus aktif COVID-19 di Tanah Air akan menurunkan kepercayaan masyarakat untuk keluar rumah. Sehingga berdampak pada cashflow perusahaan.

"Sudah pasti (kepercayaan masyarakat turun) dan akhirnya berimbas pada keberlangsungan usaha, cashflow perusahaan. Termasuk nasib para terjaga kerjanya," jelasnya.

Karena itu, Yursan meminta agar kebijakan PPKM mikro diawasi pada tahap implementasinya. Sebab, berkaca pada pembatasan pergerakan orang yang sebelumnya dilakukan pemerintah tidak efektif menurunkan angka penyebaran COVID-19.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah telah melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), dilanjutkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), kemudian diperketat dengan PPKM Mikro, larangan mudik Lebaran 2021, pemotongan waktu libur hingga cuti.

"Tentu kami berharap kali ini benar-benar implementasi dari PPKM ini harus berjalan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan. Sehingga angka COVID-19 ini benar-benar turun. Kalau tidak sektor ini tidak akan bisa bangkit lagi. Sektor ini akan lumpuh total, dia akan permanen," ucapnya.