Bagikan:

JAKARTA - Pekerjaan pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor resmi dimulai besok, Rabu, 15 April 2026.

Proyek ini mencakup perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 guna mendukung operasional rangkaian KRL dengan stamformasi 12 (SF12).

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan selama masa pengerjaan yang berlangsung sekitar 90 hari, ketiga jalur tersebut akan ditutup sementara untuk layanan naik dan turun penumpang.

“Selama periode pekerjaan mulai besok 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” ujar Karina dalam keterangan resmi, Selasa, 14 April.

Untuk menunjang mobilitas penumpang, KAI Commuter menyiapkan fasilitas tambahan berupa selasar dan penyeberangan rel sementara.

Fasilitas ini akan mempermudah akses pengguna dari pintu masuk sisi barat, khususnya dari arah Jalan Kapten Muslihat menuju peron jalur 2, 3, 4 dan 5.

Selain itu, pengaturan akses tap in dan tap out di hall barat akan dilakukan secara situasional, terutama saat jam sibuk.

Sementara pengguna dari sisi selatan dapat memanfaatkan JPO Stasiun Bogor Paledang untuk menuju peron keberangkatan.

Selama proses pengerjaan, KAI Commuter juga melakukan penyesuaian jadwal perjalanan. Tercatat sebanyak 31 perjalanan Commuter Line Bogor mengalami perubahan waktu.

“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya. Sedangkan pemberangkatan lainnya tidak mengalami perubahan,” kata Karina.

Pengembangan jalur ini dilakukan sebagai respons atas meningkatnya volume penumpang di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu stasiun tersibuk di wilayah Jabodetabek.

Setiap harinya, stasiun ini melayani sekitar 98.000 hingga 100.000 pengguna, baik untuk layanan Commuter Line maupun KA Pangrango.

KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan selama proses pembangunan berlangsung.

Serta memastikan seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan pengguna.

“Kami mengimbau pengguna untuk menyesuaikan alur perjalanan serta mengikuti arahan petugas dan informasi yang tersedia di stasiun,” tutup Karina.