Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh jalan dan jembatan nasional terdampak bencana di Sumatera kini telah kembali fungsional 100 persen.

Hingga 7 Mei 2026, mayoritas infrastruktur terdampak juga telah pulih atau masih dalam proses penanganan lanjutan guna mendukung pemulihan aktivitas masyarakat.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, percepatan penanganan infrastruktur menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dapat segera kembali normal.

"Penanganan infrastruktur pascabencana menjadi prioritas kami agar masyarakat dapat segera kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujar Dody dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 11 Mei.

Pada sektor konektivitas, selain jalan dan jembatan nasional telah sepenuhnya berfungsi, penanganan jalan daerah dan jembatan daerah juga terus dilakukan secara bertahap bersama pemerintah daerah.

Berdasarkan data penanganan per 7 Mei 2026, dari total 2.421 ruas jalan daerah terdampak, sekitar 94 persen telah kembali fungsional.

Sementara itu, sekitar 67 persen dari total 1.181 unit jembatan daerah terdampak telah dapat difungsikan kembali.

Adapun pada sektor sumber daya air, penanganan terus dilakukan pada daerah irigasi, bendung, sungai dan muara terdampak bencana. Penanganan sungai menunjukkan progres sekitar 73 persen telah selesai atau masih dalam proses penanganan. Selain itu, seluruh embung terdampak telah selesai ditangani.

Sementara pada bidang infrastruktur dasar, Kementerian PU memastikan layanan dasar masyarakat tetap berjalan. Dari 178 sistem penyediaan air minum (SPAM) terdampak, sekitar 95,5 persen telah kembali fungsional.

Kementerian PU juga telah menyelesaikan penanganan darurat pada seluruh Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) terdampak.

Untuk mendukung kebutuhan masyarakat, pembangunan sumur bor dan pembersihan kawasan permukiman terus dilakukan di berbagai wilayah terdampak.

Selain itu, pembangunan rumah hunian bagi masyarakat terdampak telah selesai dilaksanakan untuk 1.547 kepala keluarga (KK).

Menurut Dody, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait guna memastikan seluruh proses penanganan berjalan optimal, termasuk pada sektor sumber daya air dan pemulihan infrastruktur permukiman.

"Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan memastikan seluruh infrastruktur terdampak dapat tertangani secara menyeluruh, berkelanjutan dan tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang," pungkasnya.