Bagikan:

JAKARTA - Danantara Indonesia menilai gejolak pasar yang terjadi usai pengumuman akhir pekan lalu merupakan bagian dari proses penyesuaian yang wajar.

Di tengah koreksi jangka pendek, pasar dinilai masih memperlihatkan sinyal positif, tercermin dari masuknya dana investor asing dan meningkatnya minat terhadap saham-saham berfundamental kuat.

Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir mengatakan, dinamika pasar perlu dicermati secara utuh dan proporsional.

Menurut Pandu, koreksi yang terjadi terutama menyasar saham-saham dengan valuasi yang sebelumnya telah melambung tinggi.

“Meski terdapat penyesuaian jangka pendek, termasuk koreksi pada saham-saham dengan valuasi yang sebelumnya sangat tinggi, pasar juga menunjukkan sinyal yang konstruktif,” ujar Pandu dalam keterangannya, di Jakarta, Senin, 2 Februari.

Pandu mengatakan pada hari pertama perdagangan, masih terlihat aliran dana asing masuk (net foreign buy) sebesar Rp654,9 miliar. Selain itu, minat investor mulai mengarah pada saham-saham dengan fundamental dan likuiditas yang baik.

Menurut Pandu, pergerakan tersebut sebagai bagian dari proses penyesuaian yang sehat.

Dia menegaskan bahwa tekanan pasar tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga dirasakan secara regional di Asia hingga komunitas global.

“Di tengah kondisi tersebut, pasar tengah melakukan rebalancing portofolio, dengan investor mulai kembali menimbang investasi berbasis fundamental, valuasi, dan kualitas bisnis,” ujarnya.

Pandu menilai aset yang tetap diminati investor umumnya memiliki karakteristik fundamental yang kuat, likuiditas memadai, valuasi menarik, serta arus kas yang sehat. Dinamika ini tercermin dalam pergerakan saham-saham unggulan, baik yang mencatatkan penguatan maupun koreksi.

Ia menekankan volatilitas jangka pendek tidak perlu disikapi secara berlebihan. Pasalnya, investasi di pasar modal pada dasarnya merupakan keputusan jangka menengah hingga panjang.

“Karena itu, volatilitas jangka pendek tidak perlu disikapi secara berlebihan. Aset dengan fundamental solid tetap memiliki daya tarik yang kuat,” kata Pandu.

Sebagai pelaku pasar, Danantara Indonesia juga tetap aktif berinvestasi dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, arus kas kuat, fundamental sehat, serta likuiditas yang memadai.

Pandu menegaskan keyakinan Danantara terhadap prospek ekonomi Indonesia dan daya tarik aset domestik.

Di sisi lain, Danantara turut mendorong percepatan penguatan struktur pasar bersama para pemangku kepentingan. Upaya tersebut difokuskan pada peningkatan keterbukaan informasi serta penguatan tata kelola guna memperdalam pasar dan menjaga kepercayaan investor, baik domestik maupun global.

“Kami mendukung pendalaman teknis dan detail implementasi agar reformasi pasar berjalan secara terukur dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pandu juga mengapresiasi respons cepat regulator dan penyelenggara pasar pasca pengumuman pekan lalu.

Menurutnya, langkah tersebut menjadi sinyal positif bagi stabilitas pasar ke depan.

Sejalan dengan itu, kata Pandu, Danantara Indonesia telah melakukan diskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan akan terus berkoordinasi dengan MSCI, Self-Regulatory Organization (SRO), serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendukung penguatan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan.