JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengaku sudah menyiapkan 1 juta hektare (ha) lahan yang akan digunakan sebagai lokasi penanaman bahan baku bioetanol.
Dari rencana 1 juta hektare (ha) itu, sambung Nusron, masih tersisa sekitar 80.000 hektare lahan lagi yang belum ditentukan. Sementara, 920.000 ha lainnya sudah dipetakan dan menunggu verifikasi Mentan Amran.
“Tinggal diverifikasi dulu oleh Kementerian Pertanian cocok apa tidak, yang (sekitar) 100.000 (ha) saya masih cari, PR lagi tak carikan lagi,” katanya di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa, 11 November.
Rinciannya, 680.000 ha diambil dari lahan eks hak guna usaha (HGU) yang tidak diperpanjang. Sedangkan, 240.000 ha lainnya berasal dari lahan terlantar yang sudah ditetapkan.
“Serahkan ke sana. Untuk menanam (bahan baku) etanol sisanya kurang, kan baru 680 (ribu ha) tambah 240 (ribu ha) kan baru 920 (ribu ha) kan, kurang 80.000 (ha). Lagi tak pikir ini cari. Mana lagi, ini lagi mikir,” ucapnya.
SEE ALSO:
Nusron bilang seluruh lahan yang sudah disiapkan itu tersebar di 18 hingga 19 provinsi di Indonesia. Mulai dari Jawa, Sumatera, Sulawesi hingga Papua.
“Tersebar di 18 provinsi atau 19 provinsi itu ya. Enggak (hanya di Papua), di Sumatera ada, Kalimantan, Sulawesi juga ada. Jawa Barat ada, Jawa Timur juga ada,” jelasnya.