JAKARTA - PT Waskita Karya (Persero) Tbk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Diketahui, SR Sulsel dibangun di lima kabupaten, yakni Tana Toraja, Sidrap, Wajo, Soppeng dan Barru.
Sebanyak 3.000 pekerja turut dilibatkan dalam proyek tersebut. Adapun realisasi pengerjaannya telah mencapai 62,07 persen.
Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko mengatakan, 41 persen di antara ribuan pekerja tersebut merupakan tenaga kerja lokal.
"Seluruh tim bekerja siang dan malam dengan semangat secara bergantian, demi menjaga target pembangunan agar selesai tepat waktu," ujar Paulus dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 Mei.
Adapun lingkup pekerjaan perseroan meliputi gedung Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Atas (SMA), asrama siswa, asrama guru, sarana ibadah, ruang serbaguna dan lainnya.
"Kini pengerjaan SR Sulsel sudah pada tahap arsitektur serta penyelesaian atau finishing," katanya.
Menurut Paulus, desain SR di Sulsel memiliki lima manfaat, di antaranya mengedepankan efisiensi energi, kearifan lokal, keamanan dan ketahanan bencana, inklusif, fleksibel dan kenyamanan.
"Maka, kami mengusung konsep green building guna menciptakan ruang sehat bagi para siswa dan guru," ucap dia.
Selain itu, perseroan pun mempertimbangkan integrasi teknologi yang mendukung praktik pendidikan inovatif. Diharapkan, langkah tersebut bisa menghadirkan pengajaran sekaligus pembelajaran lebih dinamis dan demokratis.
Namun demikian, Paulus tak menampik bahwa perseroan menghadapi tantangan dalam percepatan pembangunan SR tersebut, antara lain kondisi lapangan cukup dinamis ditambah cuaca hujan.
"Tapi, kami tetap berkomitmen menjaga mutu dengan baik sesuai standar dan spesifikasi yang berlaku," terangnya.
Paulus bilang, pihaknya berkomitmen untuk terus mendukung kehadiran SR sebagai infrastruktur pendidikan fungsional, merata dan siap dimanfaatkan pada tahun ajaran baru.
"Bagi kami, proyek ini bukan sekadar mengerjakan proyek, melainkan bagian dari investasi masa depan serta ikhtiar menghadirkan negara lebih dekat ke ruang belajar generasi muda," tuturnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, pemilik warung kopi di salah satu lokasi SR Sulsel bernama Irmawati (43) mengaku, pendapatannya bertambah setelah proyek tersebut mulai dikerjakan. Dia bahkan menambah stok barang jualannya lebih banyak.
"Penghasilan saya bertambah, kesibukan juga bertambah. Terima kasih kepada para pekerja proyek (SR Sulsel) yang sudah berbelanja di sini," ungkapnya.
Adapun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong penyelesaian seluruh bangunan SR supaya selesai pada akhir Juni 2026.
Langkah tersebut selaras dengan pesan Presiden Prabowo Subianto agar fasilitas pendidikan tersebut dapat rampung tepat waktu dan sesuai jadwal, namun tetap harus memperhatikan kualitas serta efektivitas dalam pekerjaan.