Bagikan:

JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyatakan, pihaknya telah menyiapkan 240.000 hektare (ha) lahan untuk mendukung rencana penanaman bahan bakar minyak (BBM) dengan kandungan etanol sebesar 10 persen.

Hal itu disampaikan Nusron saat ditemui wartawan di kantor Kementerian PU, Jakarta, Rabu, 29 Oktober.

"Sementara memang kami baru ada lahan sekitar 240.000 (ha), yang available 240.000," ujar Nusron.

Nusron menjelaskan, 240.000 ha lahan tersebut tersebar di 18 provinsi dan akan diperluas hingga satu juta hektare.

"Mencar-mencar ada di 18 provinsi, tapi nanti ada sampai satu juta hektare karena sedang kami carikan lagi," katanya.

Sebelumnya, pemerintah sedang menyiapkan peta jalan penggunaan etanol sebagai campuran BBM jenis bensin sebanyak 10 persen. 

Lahan seluas 1 juta ha juga akan disiapkan untuk menanam bahan baku etanol.

Adapun bahan baku etanol berasal dari tebu, singkong hingga jagung. Komoditas tersebut yang nantinya akan dikembangkan produksinya untuk mendukung rencana penggunaan etanol sebagai campuran BBM.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, siap mendukung visi jangka panjang pemerintah untuk menjadikan etanol sebagai sumber energi masa depan.

Amran mengaku, sedang berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN dalam menentukan lokasi yang akan digunakan untuk menanam bahan baku etanol.

"Etanol, ingatkan, etanol rencana tergantung sahabatku Gus Nusron (Menteri ATR). Tanah ada, kami siap tanam. Ada Dirutnya (Bulog) di sini. Aku bawa ini, dia siap tanam satu juta hektare," katanya dalam acara Town Hall Meeting Satu Tahun Kemenko Pangan di Jakarta, Selasa, 21 Oktober.

Dia bilang, penanaman bahan baku etanol harus dipersiapkan dengan tuntas hingga pada manajemen mikronya.

Menurut Amran, komoditas bahan baku etanol yang akan ditanam juga beragam.

"Sumbernya ada dua etanol tadi, pertama adalah ubi, singkong satu juta hektare disiapkan sudah ada. Tebu, kami rancang 500.000 (hektare), dua ini bisa jadi etanol," tuturnya.