Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah memastikan sejumlah program prioritas lintas sektor akan dilanjutkan pada 2026. Langkah itu dilakukan sebagai upaya menjaga kesinambungan kebijakan nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan regulasi pendukung untuk hal itu telah disiapkan guna memastikan kesinambungan program prioritas nasional.

“Ini relatif regulasinya sudah disiapkan seperti PPH final untuk UMKM sampai tahun 2027. Kemudian PPH 21 untuk sektor pariwisata dan industri padat karya. Kemudian PPN DTP untuk sektor perumahan dan juga penerima diskon iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian,” ucap Airlangga dalam keterangan resmi, Kamis, 30 Oktober.

Airlangga bilang Presiden Prabowo Subianto juga sudah memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah program strategis di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan.

Lebih lanjut, Airlangga bilang pemerintah ingin memastikan adanya kesinambungan hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.

“Bapak Presiden juga melihat dan mendengarkan program-program di berbagai sektor termasuk di sektor pertanian misalnya untuk program terkait dengan hilirisasi,” jelasnya.

Contohnya, kata Airlangga, di Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait dengan revitalisasi tambak pantura yang 20.000 hektare. Pengembangan tambak udang terintegrasi di Nusa Tenggara Timur. Modernisasi kapal dan juga terkait dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kata Airlangga, seluruh kementerian teknis penanggung jawabnya dan akan terus dipantau pelaksanaannya hingga akhir tahun mendatang. Dia bilang, pemerintah juga berkomitmen memastikan bahwa setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

“Jadi hampir seluruh kementerian berbicara untuk terkait dengan program-program yang diandalkan oleh Bapak Presiden dan program ini juga dimonitor untuk sampai akhir tahun 2025 ini,” kata Airlangga.

Airlangga bilang dari sisi makro ekonomi, indikator utama perekonomian masih menunjukkan tren positif sehingga menjadi bukti kuatnya daya tahan ekonomi Indonesia.

“Relatif perekonomian dari berbagai indeks angkanya cukup baik dan beberapa indikator-indikator terkait dengan konsumsi misalnya indeks konsumen juga masih di atas 100 sampai 115. Ritel juga baik sebesar 5,8 persen, PMI senilai 50,4,” tutur Airlangga.

Airlangga bilang sektor investasi dan konsumsi masyarakat juga memperlihatkan tren positif. Realisasi investasi nasional telah mencapai Rp1.434,3 triliun, sementara Mandiri Spending Index naik hingga 297 menjelang akhir tahun, sejalan dengan kinerja perbankan yang juga meningkat.

“Dari sisi produksi, terjadi peningkatan pula pada utilisasi kapasitas industri yang menandakan kegiatan ekonomi terus bergerak,” katanya.