Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meluncurkan aplikasi Minerba One untuk mengakselerasi tata kelola pertambangan yang baik bagi kepentingan masyarakat.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) Tri Winarno mengatakan, Kementerian ESDM terus melakukan inovasi digital yang dimulai dari pembangunan beberapa sistem aplikasi informasi seperti Minerba One Data Indonesia pada 2011, Minerba Online Monitoring System (MOMS), dan aplikasi pencatatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (e-PNBP) pada 2019.

"Berbagai aplikasi ini kemudian disatukan dan terintegrasi menjadi aplikasi Minerba One yang diluncurkan pada pembukaan Minerba Convex 2025," ujar Tri dikutip Kamis, 16 Oktober.

Tri menambahkan, Minerba One hadir menyatukan sistem-sistem yang sudah ada dan sudah dibangun mulai dari hulu, yaitu dari mulai feasibility study, pencatatan sumber daya cadangan, sampai kepada penjualan mineral dan batu bara.

"Hal ini bertujuan agar supaya bisnis proses mulai dari perizinan, produksi, pengawasan, di mana pengawasan ini jumlah dari tim pengawas sangat terbatas sehingga digitalisasi ini mau tidak mau suka atau tidak suka harus kita bangun, dan juga hingga pelaporan berbasis data yang kredibel dan real time," papar Tri.

Dia juga menyampaikan Minerba One ini dibangun bukan hanya untuk mempermudah birokrasi, tetapi juga meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan layanan publik.

Kementerian ESDM berkotmitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha, sekaligus memperkuat peran Pemerintah dalam pengawasan dan pembinaan sektor minerba.

Tri juga menyebut, dengan hadirnya Minerba One, Kementerian ESDM dalam hal ini DItjen Minerba berkomitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, transparan dan responsif terhadap kebutuhan dunia usaha.

"Dapat dikatakan Minerba One ini adalah salah satu wujud nyata transformasi digital yang bukan hanya jargon, tetapi sudah menjadi gerakan bersama menuju tata kelola pertambangan yang lebih bersih, produktif dan berkelanjutan," tandas Tri.