Bagikan:

JAKARTA - Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bahan bakar biodiesel 50 (B50) sudah menjalani tahap uji jalan untuk diimplementasikan pada tahun depan.

"Ini sedang dilakukan "road test" sampai 6 bulan ke depan," ujar Airlangga saat ditemui usai Acara Investor Daily Summit 2025 bertajuk "New Economic Order" di Jakarta Convention Center, Kamis, 9 Oktober.

Airlangga bilang, pihaknya akan menjadwalkan Rapat Kerja Nasional Komite Pengarah (Komrah) dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Sebab, pengimplementasian B50 membutuhkan pasokan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).

Diketahui, B50 adalah jenis bahan bakar diesel terbarukan yang merupakan campuran dari 50 persen CPO dan 50 persen solar konvensional (fosil). Oleh karena itu, kebutuhan akan CPO harus dikoordinasikan dengan BPDP.

"Ya, nanti kami jadwalkan. (Tapi), road test sudah jalan," imbuhnya.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih mengkaji implementasi bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel 50 persen atau B50.

Untuk itu, pemerintah masih akan mengimplementasikan B45 pada tahun depan.

"B45 itu kami enggak pernah melakukan testing, tapi ini ada kajian memang di segmen 5 persen juga. Jadi, kami nunggu kajian juga. Kemarin kajian baru pelaporan, kami masih kritisi banyak," ujar Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi pada Kamis, 18 September.

Sambil berjalan, Eniya memastikan akan terus mengejar implementasi B50. Adapun keputusan implementasi B50 masih tetap menjadi kewenangan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

"Kalau saya mempersiapkan sesuai harapan Pak Menteri. Mempersiapkan B50 secara teknis, ya. Nah nanti keputusan, kan, di Pak Menteri setelah kajiannya selesai," jelas dia.