JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengaku sudah mengantongi persetujuan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong program mandatory etanol sebesar 10 persen dalam bensin.
"Kemarin malam sudah kami rapat dengan Bapak Presiden. Bapak Presiden sudah menyetujui untuk direncanakan mandatory 10 persen etanol," ujar Bahlil dalam
Untuk itu, Bahlil menegaskan, ke depannya pemerintah akan mendorong penggunaan etanol sebesar 10 persen.
Ia menjelaskan, tujuan program ini adalah untuk menekan impor bensin dan menggenjot penggunaan energi bersih yang lebih ramah lingkungan.
"Agar tidak kita impor banyak dan juga untuk membuat minyak yang bersih. Yang ramah lingkungan," jelas Bahlil.
Bahlil bilang, saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan terkait keekonomian dan hal-hal teknis terkait E10.
Dia memperkirakan akan baru berlaku dua hingga 3 tahun dari sekarang.
"E10 masih di dalam pembahasan dan masih di dalam kita menguji coba dulu. Sudah dinyatakan clear, sudah bagus, baru kita jalankan," sambung Bahlil.
BACA JUGA:
Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, program E10 ini merupakan salah satu wujud nyata Asta Cita Presiden Prabowo terkait kemandirian energi.
Menurutnya, saat ini Indonesia mengonsumsi 1,6 juta barel per hari, sementara lifting hanya sebesar 600.000 barel per hari dan impor sebesar 1 juta barel.
"Kalau solar untuk menutupi defisit kita, kita dorong yang namanya B40. Itu campur dengan CPO. Nah sekarang impor kita tinggal 4 juta ton per tahun. Di 2025 rencana pemerintah akan mendorong ke B50," tandas Bahlil.