JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan jika program biodiesel B50 siap dijalankan pada 1 Juli mendatang.
Dikatakan Bahlil, proses uji coba biodiesel pada kendaraan telah mencapai 70 persen.
"Saya sampaikan bahwa hasil uji coba terhadap B50 sekarang sudah ke arah 60-70 persen," ujar Bahlil kepada awak media, Jumat, 10 April.
Adapun proses uji coba telah diimplementasikan pada beberapa jenis kendaraan antara lain alat-alat berat, kereta api, kapal maupun di mobil.
"Insyaallah, bulan Mei Juni hasil akhirnya sudah selesai dan akan diterapkan di 1 Juli," tegas Bahlil.
Lebih lanjut Bahlil menyebut pemberlakuan program ini bertujuan memperkuat kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor khususnya komoditas solar.
"Ini sudah menjadi kebijakan negara, ini survival mode. Supaya kita tidak tergantung pada global terhadap BBM kita, khususnya untuk solar," beber dia.
DIberitakan sebelumnya, Pemerintah mempercepat implementasi pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) jenis biodiesel barbasis sawit (CPO) menjadi 50 persen (B50) pada 1 Juli 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, percepatan implementasi ini merupakan bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi.
"Pemerintah menerapkan kebijakan B50 ini mulai berlaku 1 Juli 2026. Pertamina telah siap untuk mengimplementasikan blending," ujarnya dalam Konferensi Pers secara daring, Selasa, 31 Maret.
BACA JUGA:
Dikatakan Airlangga, penggunaan B50 ini berpotensi mengurangi penggunaan BBM berbasis fosil sebanyak 4 juta kiloliter dalam satu tahun sejak diimplementasikan.
Airlangga memperkirakan, dalam 6 bulan akan ada penghematan penggunaan BBM berbasis fosil dan juga ada penghematan subsidi biodiesel yang diperkirakan mencapai Rp48 triliun.