JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) kembali menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan dengan meraih peringkat Proper Emas dan Hijau dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2025.
Peringkat Emas diberikan untuk operasional Pabrik Peleburan (ISP), sementara peringkat Hijau diraih oleh operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA/IPP).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq yang menegaskan, PROPER kini telah berkembang menjadi instrumen transformasi bagi dunia usaha.
Menurut dia, PROPER tidak lagi sekadar alat evaluasi kepatuhan administratif, tetapi mendorong perusahaan untuk melampaui standar melalui inovasi, efisiensi sumber daya dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Pada periode 2024–2025, jumlah peserta PROPER mencapai 5.476 perusahaan, naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, hanya 282 perusahaan berhasil masuk kategori beyond compliance, termasuk Inalum.
Direktur Utama INALUM Melati Sarnita menyampaikan, capaian tersebut mencerminkan integrasi keberlanjutan dalam strategi bisnis perusahaan secara konsisten.
"Perusahaan tidak hanya berfokus pada kepatuhan, tetapi juga pada penciptaan nilai melalui penerapan aspek lingkungan, sosial dan tata kelola (ESG) terukur," ujar Melati dikutip dari keterangan tertulis, Jumat, 10 April.
Secara historis, Inalum mencatatkan kinerja Proper stabil. Peringkat Emas diraih untuk Pabrik Peleburan di Kuala Tanjung pada 2022, 2024 dan 2025, serta untuk operasional PLTA di Paritohan pada 2023.
Sementara peringkat Hijau juga diraih secara berkelanjutan dan operasional PLTA dalam beberapa tahun terakhir.
"Pencapaian ini didukung oleh berbagai inisiatif inovasi lingkungan (eco-innovation), mulai dari efisiensi energi dan sumber daya, pengelolaan limbah hingga optimalisasi proses operasional yang berkontribusi pada peningkatan kinerja keberlanjutan," terangnya.
Di sisi sosial, perusahaan menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis pendekatan Social Return on Investment (SROI).
BACA JUGA:
Salah satu program unggulan, "Dari Sampah Jadi Berkah" menjadi contoh integrasi antara manfaat lingkungan dan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pencapaian tersebut memperkuat posisi Inalum sebagai pelaku industri strategis yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan sosial.
Ke depan, Inalum berkomitmen untuk terus meningkatkan standar ESG serta memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.