Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengevaluasi lanjutan ekspor konsentrat tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI).

Padahal, lanjutnya, izin ekspor PTFI telah berakhir pada 16 September yang lalu.

Dikatakan Bahlil, kelanjutan izin ekspor konsentrat tembaga PTFI baru diketahui setelah kementeriannya melakukan mengevaluasi ekspor konsentrat Freeport sepanjang tahun ini.

“Saya sekali lagi saya katakan bahwa saya belum melakukan evaluasi, tunggu evaluasi dulu. Saya sebagai pihak pemerintah yang membuat regulasi, regulasi itu harus semuanya by data, evaluasi dulu terhadap apa yang terjadi langsung pada (tambang) underground,” ujar Bahlil saat dotemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat, 26 September.

Bahlil bilang, dirinya telah menemui Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas untuk membahas hal ini namun PTFI masih fokus melakukan evakuasi korban longsor di tambang bawah tanah.

Bahlil mengaku dirinya juga telah mendapatkan laporan bahwa upaya evakuasi masih terus dilanjutkan sementara lima pekerja lainnya masih belum ditemukan.

Sebelumnya, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengungkapkan pihaknya masih menunggu evaluasi dari pemerintah terkait kelanjutan izin ekspor konsentrat tembaga.

Pemberian izin ekspor ini menyusul kebakaran smelter yang terjadi beberapa waktu lalu dan smelter yang belum beroperasi dengan kapasitas penuh.

"Kan akan dievaluasi oleh pemerintah, jadi sesuai dengan Kepmen-nya memang akan dievaluasi pada saat mau berakhirnya. Itu yang kita tunggu hasil evaluasi dari pemerintah lah," ujar Tony, Rabu, 27 Agustus.