Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, jika hingga saat ini pihaknya belum membahas sanksi yang akan diberikan kepada PT Freeport Indonesia perihal longsor yang terjadi di tambang bwah tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Dikatakan Bahlil, saat ini PT Freeport masih fokus melakukan pencarian terhadap 5 pekerja yang masih terjebak dan belum ditemukan tim penyelamat.

“Saya belum memikirkan sanksi, saya memikirkan dulu untuk bagaimana korban evakuasi dulu. Otak saya sama teman-teman berpikir menyelesaikan dulu evakuasi korban. Setelah itu baru kita evaluasi,” ujar Bahlil kepada awak media di Gedung Kementerian ESDM, Jumat, 26 September.

Ketua Umum Partai Golkar ini mengatakan, pembahasan terkait sanksi baru akan dilakukan setelah proses evaluasi selesai dilakukan. Sementara itu proses evaluasi akan dilakukan setelah semua pekerja yang terjebak longsor ditemukan.

“Sanksi itu muncul kalau ada evaluasi. Tapi sampai sekarang belum ada evaluasi. Jadi saya belum memikirkan tentang tindak lanjut daripada itu,” jelas Bahlil.

Bahlil juga menjelaskan, sejauh ini tim penyelamat PTFI telah menemukan dua dari lima pekerja yang terjebak.

Adapun dua pekerja tersebut ditemukan dalam keadan meninggal dunia. Adapun kedua korban yang ditemukan telah diidentifikasi sebagai Irawan (46) dan Wigih Hartono (37).

Sedangkan kelima pekerja lain yang belum ditemukan bernama Victor Manuel Bastida Ballesteros, Holong Gembira Silaban, Dadang Hermanto, Zaverius Magai dan Balisang Telile.

Bahlil juga menyebut saat ini Inspektur Tambang Kementerian ESDM telah berada di lokasi untuk memantau pencarian dan kemudian melakukan evaluasi atas insiden tersebut.

“Tim saya juga di sana, Direktur Inspektur Tambang, dan beberapa Inspektur Tambang lain ada di lokasi, di tembagapura, melaporkan bahwa proses masih terus berjalan dan belum ada aktivitas apa apa. Itu menyangkut dengan kondisi Freeport yang sekarang terjadi,” tandas Bahlil.