Bagikan:

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan jika sebagian dari divestasi saham tambahan dari Freeport Mc-MoRan kepada Indonesia akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Papua.

Untuk informasi, saat ini Indonesia telah mengempit 51,23 persen saham di PT Freeport Indonesia. Sementara sisanya sebesar 48,77 persen masih digenggam oleh Freeport-McMoRan (FCX).

"Dan ini, saham ini adalah sebagian dikasih kepada BUMD Papua, dan ini terjadi nanti di Pasca 2041," ujar Bahlil kepada awak medidi Gedung Kementerian ESDM, Jumat, 26 September.

Bahlil menegaskan jika hingga saat ini pemerintah masih melakukan negosiasi dengan reeport Mc-MoRan. Sementara itu perkembangan divestasi ini telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat arahan penambahan saham di atas 10 persen.

"Kami telah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden sudah memberikan arahan di mana salah satu tawarannya adalah ada penambahan saham di atas 10 persen," jelas Bahlil.

Menurut Bahlil, divestasi saham ini dibutuhkan agar proses eksplorasi dapat terus dilakukan mengingat sumber daya di Papua masih sangat besar.

Bahlil juga memperkirakan proses ini diperkirakan rampung pada Oktober mendatang mengingat proses negosiasi dan pertemuan dengan pihak Freeport pada bulan yang sama.

"Dan ini supaya apa? Supaya eksplorasi bisa dilakukan. Nah tahapan-tahapan ini yang sekarang kita lakukan. Nah nanti kalau sudah selesai, saya rencana mungkin di awal di Oktober, baru kami akan melakukan rapat final dengan pihak Freeport," tandas Bahlil.