JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara terkait pelonggaran impor food tray atau nampan makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dadan menegaskan, relaksasi impor dilakukan karena produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan. Dia mengungkapkan, sejak awal pihaknya sudah menggandeng asosiasi produsen alat makan untuk mendukung MBG, namun responsnya tidak maksimal.
"Kami sudah mengundang asosiasi pengusaha peralatan dapur dan alat makan. Kami kunjungan pabriknya untuk memproduksi tray dari 2024 dan mereka tidak melakukan (produksi lebih banyak untuk program MBG) karena mereka (asosiasi) tidak percaya program ini akan jalan," ujar Dadan di kantor Kementerian PU, dikutip Rabu, 6 Agustus.
Dia menyebut, saat ini produksi dalam negeri hanya sanggup menyuplai sekitar 10 juta food tray per bulan. Sementara pada November mendatang, pemerintah membutuhkan 70 juta unit untuk mendukung implementasi MBG secara masif.
"Karena sekarang produksi dalam negeri hanya 10 juta per bulan, sementara kami akan butuh 70 juta di November. Agustus, September, Oktober, November. 4 dikali 10, kan, 40 juta (food tray). Terus 30 juta lagi kalau tidak mengimpor dari mana?" ucapnya.
Selain itu, Dadan mengingatkan, pada 2026 nanti BGN tidak akan lagi melakukan lelang pengadaan sarana dan prasarana MBG, termasuk food tray. Fokus BGN akan bergeser ke pelayanan, bukan pengadaan barang.
"Tahun depan sudah nggak ada lagi, seluruh infrastruktur akan kami selesaikan tahun ini. Tahun depan hanya pelayanan," tutur dia.
Untuk diketahui, pemerintah telah melonggarkan importasi food tray untuk MBG karena masuk ke dalam produk penunjang program nasional.
BACA JUGA:
Artinya, produk tersebut sudah tidak lagi masuk dalam barang yang dikenai larangan dan/atau pembatasan (lartas).
Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (Apmaki) meminta agar pemerintah tidak melonggarkan kebijakan impor food tray atau nampan makanan untuk program MBG. Sebab, dapat mengancam produsen di dalam negeri.
Menurut Apmaki, produsen wadah makanan telah memodifikasi pabrik pabrik lama demi program tersebut.
Bahkan, juga telah berinvestasi langsung untuk mendukung program pemerintah.