Bagikan:

JAKARTA - China melayangkan protes resmi kepada Inggris setelah London menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah individu dan entitas, termasuk dari China, yang dituding memasok komponen drone dan barang militer penting kepada Rusia.

Dilansir Anadolu Agency, Kamis, 7 Mei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan Beijing menolak sanksi sepihak yang dinilai tidak memiliki dasar hukum internasional atau mandat Dewan Keamanan PBB.

China, kata Lin, menyatakan “ketidakpuasan kuat” atas langkah Inggris dan telah mengajukan protes resmi kepada London.

Inggris pada Selasa mengumumkan sanksi baru terhadap 35 individu dan entitas yang berbasis di negara ketiga, termasuk Thailand dan China. Mereka dituding terlibat dalam pasokan komponen drone dan barang militer penting untuk Rusia.

Lin mengatakan China tetap mendorong pembicaraan damai dan mengontrol ketat ekspor barang dwiguna, yakni barang yang bisa dipakai untuk kepentingan sipil sekaligus militer, terkait krisis Ukraina.

“Pertukaran dan kerja sama normal antara China dan Rusia tidak boleh diganggu atau terdampak,” kata Lin dikutip Anadolu.

Ia menegaskan China akan mengambil langkah yang diperlukan untuk menjaga hak dan kepentingannya yang sah.