Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pelonggaran impor food tray atau nampan makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) dilakukan karena kebutuhannya sangat besar.

Sekadar informasi, pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (Apmaki) meminta agar pemerintah tidak melonggarkan kebijakan untuk impor food tray atau nampan makanan untuk program MBG. Sebab, rencana itu dinilai dapat mengancam keberlanjutan produsen di dalam negeri.

“Kemudian food tray ini kan memang dibuka ya, itu untuk kebutuhan makan bergizi gratis. Ya karena kita banyak membutuhkan produk tersebut,” katanya dalam konferensi pers, di Kemendag, Jakarta, Senin, 4 Agustus.

Meski begitu, Budi juga bilang pemerintah tidak menutup jalan bagi pengusaha dalam negeri untuk memproduksi food tray dalam menentukan kebutuhan MBG. Mengingat besarnya kebutuhan food tray untuk program MBG.

“Kalau misalnya di dalam ini negeri ada kan, kan kita juga tidak melarang menggunakan produksi dalam negeri. Tetapi impor juga boleh karena kebutuhan kita sangat besar,” tuturnya.

Sekadar informasi, pemerintah telah melonggarkan importasi food tray untuk MBG karena masuk ke dalam produk penunjang program nasional.

Artinya, produk tersebut sudah tidak lagi masuk dalam barang yang dikenai larangan dan/atau pembatasan (lartas).

Pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Produsen Wadah Makan Indonesia (Apmaki) meminta agar pemerintah tidak melonggarkan kebijakan impor food tray atau nampan makanan untuk program MBG. Sebab, dapat mengancam produsen di dalam negeri.

Menurut Apmaki, produsen wadah makanan telah memodifikasi pabrik pabrik lama demi program tersebut.

Bahkan, juga telah berinvestasi langsung untuk mendukung program pemerintah.