Bagikan:

JAKARTA - Kasus siswa keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menjadi sorotan saat ini. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pun mengungkap potensi penyebabnya.

Dadan menilai, keracunan MBG melibatkan rantai pasok cukup panjang, yang berarti penyebabnya bisa beragam. Mulai dari pemilihan bahan baku hingga proses distribusi makanan ke penerima manfaat.

"Terutama dalam hal prosesnya, proses pemilihan bahan baku dan kemudian waktu pengolahan," ujar Dadan di kantor Kementerian PU, Jakarta, Selasa, 5 Agustus.

Dia menjelaskan, proses pembuatan hingga penyajian makanan menjadi salah satu perhatian menyusul temuan kasus keracunan MBG. Selain itu, kondisi anak turut menjadi faktor penyebab keracunan. 

Menurutnya, kondisi anak sedang sakit bisa berpengaruh saat mengonsumsi menu MBG, sehingga keracunan seolah disebabkan oleh makanan tersebut.

"Karena bisa makanannya baik-baik saja, anaknya dalam keadaan sakit. Nah, karena makan makanan bergizi seolah-olah sakitnya, muntahnya dari makanan. Pernah terjadi di satu kelas ada satu anak muntah, padahal anak itu lagi sakit, satu sekolah (ikut) muntah," kata dia.

Terkait hal itu, Dadan turut menyesalkan kejadian keracunan menu MBG di sejumlah titik. Oleh karena itu, ke depan pihaknya akan memperketat prosedur penyajian MBG ke penerimanya.

"Terkait dengan keracunan memang kami masih menyesalkan itu terjadi karena target kami, kan, tidak ada kejadian," terang Dadan.

"Meskipun jumlahnya kecil, itu tetap mengganggu kepercayaan publik terhadap kami. Tapi, kami sedang usahakan dengan peningkatan SOP," pungkasnya.

Sebelumnya, ada 215 siswa di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami gejala keracunan massal usai menyantap makanan dari program MBG, pada Juli 2025 lalu.

Insiden menyebar di dua wilayah. Rinciannya, sebanyak 140 siswa SMPN 8 Kupang dan 75 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Gejala yang dilaporkan mencakup mual, muntah, diare, pusing dan gatal-gatal. Akibatnya, sejumlah siswa harus dilarikan ke berbagai rumah sakit di wilayah masing-masing.