JAKARTA - Program makan bergizi gratis (MBG) tengah menuai sorotan lantaran di sejumlah daerah, ribuan penerima manfaat keracunan.
Menurut Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari kepada wartawan di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 22 September, pemerintah tidak buta dan tuli melihat apa yang terjadi.
Bahkan Qodari menyampaikan, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) sudah memiliki data terkait adanya peristiwa keracunan dalam program MBG.
Qodari juga memegang data BGN jumlah siswa yang keracunan hingga 17 September, yakni 46 kasus keracunan dengan jumlah 5.080 Sementara itu data dari Kemenkes per 16 September, terdapat 60 kasus dengan 5.207 penderita.
Kemudian data BPOM terdapat 55 kasus dengan 5.320 penderita per 10 September. Dijelaskan Qodari, berdasarkan asesmen BPOM, puncak terjadinya peristiwa keracunan MBG terjadi pada Agustus 2025 dengan sebaran terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
Secara umum tercatat penyebab keracunan adalah, higienitas makanan, suhu makanan dan ketidaksesuaian pengolahan pangan, kontaminasi silang dari petugas, dan ada indikasi sebagian disebabkan alergi pada penerima manfaat.
Pemerintah, menurut Qodari, tengah melakukan evaluasi untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut.