JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan memulai pembangunan Jembatan Muna–Buton di Sulawesi Tenggara (Sultra) pada tahun depan.
Hal itu disampaikan Menteri PU Dody Hanggodo dalam kunjungannya ke Pulau Buton, Sultra, Minggu, 13 Juli.
"Pembangunan Jembatan Muna–Buton akan dimulai tahun depan, sebagai bentuk komitmen pemerintah memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia," ujar Dody seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Senin, 14 Juli.
Jembatan yang direncanakan sepanjang 2.969 meter ini akan menghubungkan Desa Baruta di Kabupaten Buton Tengah dengan Desa Palabusa di Kota Baubau.
Kementerian PU menargetkan, pembangunan jembatan ini rampung dalam kurun waktu empat tahun mendatang alias pada 2030.
"Proyek strategis ini diperkirakan selesai dalam waktu empat tahun setelah pembangunan dimulai," ucap Dody.
Rencananya, Jembatan Buton–Muna terdiri atas beberapa komponen penting, yakni jalan pendekat Pulau Muna sepanjang 1.278 meter, jembatan pendekat Pulau Muna 186 meter, jembatan utama 765 meter, jembatan pendekat Pulau Buton 525 meter, jalan pendekat Pulau Buton 215 meter serta dilengkapi jalur khusus motor sepanjang 2 meter.
Dengan kehadiran jembatan ini, Dody meyakini mobilitas masyarakat dan distribusi barang antar-Pulau Muna dan Buton akan meningkat signifikan.
BACA JUGA:
Selain itu, pembangunan jembatan ini juga diproyeksikan akan memperkuat pertumbuhan sektor perdagangan, transportasi, industri kecil menengah serta pariwisata.
"Kami berharap, Jembatan Buton–Muna menjadi penggerak ekonomi kawasan sekaligus simbol kemajuan pembangunan infrastruktur inklusif dan berkelanjutan di kawasan timur Indonesia," pungkasnya.