Bagikan:

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) mengoptimalkan teknologi Weigh In Motion (WIM) di 78 titik strategis di seluruh jaringan jalan tol yang dikelola.

Teknologi ini diharapkan bisa menangani kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) dan menekan angka kecelakaan.

"Sistem ini terbukti efektif mengidentifikasi lebih dari 2.300 kendaraan ODOL per bulan secara real time," ujar Direktur Operasi Jasa Marga Fitri Wiyanti lewat keterangan resminya, dikutip Jumat, 7 Februari.

"Inovasi teknologi dan kolaborasi data dengan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk penindakan preventif," sambungnya.

Kecelakaan maut di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 4 Februari, menjadi pengingat kritis akan urgensi sinergi antar instansi guna memitigasi risiko ancaman keselamatan pengguna jalan dan kerusakan infrastruktur.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam kunjungannya ke lokasi kecelakaan belum lama ini menyoroti bahwa kendaraan ODOL tidak hanya mengancam keselamatan, tetapi juga membebani ekonomi nasional melalui kerusakan infrastruktur yang masif.

"Biaya preservasi jalan tol akibat ODOL bisa meningkat lima kali lipat dari anggaran normal," ucapnya.

Hal ini pun menjadi tantangan bersama bagi Kementerian PU, Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan operator jalan tol.

Terkait kecelakaan maut di GT Ciawi 2, Jasa Marga telah memulihkan 80 persen kapasitas gardu tol pascakecelakaan.

Jasa Marga terus berupaya mempercepat perbaikan dan mengoptimalkan kapasitas gardu di GT Ciawi 2 untuk meminimalisasi gangguan arus lalu lintas.