JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengunjungi lokasi kecelakaan maut yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Bogor, Jawa Barat, pada hari ini.
Dalam kunjungannya, Dody menyatakan bahwa kecelakaan yang terjadi pada Selasa malam, 4 Februari, disebabkan oleh truk dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL).
"Kami semua turut berduka cita atas kejadian yang tidak terbayangkan dapat terjadi ini. Salah satu penyebab utamanya adalah truk ODOL yang gagal berfungsi dengan baik," ujar Dody dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Februari.
Dody menjelaskan, berdasarkan data dari sistem Weight in Motion yang telah dipasang oleh Jasa Marga, dapat dipastikan bahwa penyebab kecelakaan tersebut adalah truk ODOL.
"Berdasarkan data dari Weight in Motion yang telah dipasang Jasa Marga, dapat dipastikan (penyebabnya) karena ODOL," kata dia.
Mengenai masalah truk ODOL yang kerap menyebabkan kecelakaan, kata Dody, pihaknya bersama dengan DPR akan segera membahas isu ini dalam beberapa hari ke depan.
"Saat ini, pemerintah dan institusi terkait memang sedang duduk bersama untuk mencari titik keseimbangannya," tegas Dody.
Menurut Dody, kendaraan ODOL ini merupakan suatu permasalahan yang dilematis dan kompleks.
Dia menilai, permasalahan ini tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian PU dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saja, tetapi juga dengan institusi terkait lainnya, termasuk di bidang ekonomi.
"Kalau kami melarang nanti ada masalah di inflasi atau kenaikan biaya logistik. Tetapi, kalau kami biarkan seperti ini akan ada berbagai resiko seperti kerusakan jalan, bahkan kecelakaan yang menyebabkan kehilangan nyawa," tuturnya.
Sebagai bentuk evaluasi dan tindak lanjut, Kementerian PU bersama dengan Jasa Marga dan kepolisian telau melakukan penutupan 4 Gerbang Tol dan hanya memfungsionalkan 4 Gerbang Tol lainnya.
Selain itu, Kementerian PU dan Jasa Marga juga tengah melakukan upaya pelebaran jalan tol untuk memperlancar arus lalu lintas.
Sebelumnya, kecelakaan beruntun terjadi di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, tepatnya pada KM 41+400 ruas Tol Jagorawi arah Jakarta, Selasa malam, 4 Februari.
Sesaat setelah kejadian, petugas dari Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) selaku pengelola ruas Tol Jagorawi bersama Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) dan kepolisian tiba di lokasi untuk melakukan pengamanan dan segera melakukan pengaturan lalu lintas.
Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Alvin Andituahta Singarimbun mengatakan, lalu lintas menuju GT Ciawi 2 sempat dialihkan keluar melalui GT Bogor selama dilakukan pengamanan dan evakuasi di lokasi kejadian.
"Sejak pukul 02.00 WIB, telah dibuka dua gardu untuk dilintasi dan pada pukul 05.15 sampai dengan saat ini dibuka satu Gardu Tol Otomatis (GTO) dan dua Gardu Tol Multi. Petugas juga mengaktifkan mobile reader untuk meningkatkan kapasitas transaksi di GT Ciawi 2," ujar Alvin dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 5 Februari.
BACA JUGA:
Berdasarkan informasi petugas di lapangan, diduga truk pengangkut galon air mineral mengalami masalah pengereman, sehingga pengemudi tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya di GT Ciawi 2 dan menabrak lima kendaraan di depannya.
Dalam kecelakaan beruntun ini, ada enam kendaraan yang terlibat.
Akibat kejadian ini, tiga gardu di GT Ciawi 2 mengalami kerusakan, satu truk dan lima kendaraan MPV mengalami rusak berat.
Sebanyak delapan orang dinyatakan meninggal dunia, empat orang mengalami luka berat dan tujuh orang mengalami luka ringan.
Termasuk, di antara para korban adalah petugas Customer Service Jasa Marga yang sedang bertugas di lapangan.