Beda dengan Mendag Lutfi, Sandiaga Tak Dukung Anindya Bakrie atau Arsjad Rasjid di Pencalonan Kadin
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno (Foto: Istagram @sandiuno)

Bagikan:

JAKARTA - Bursa pemilihan ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mulai menghangat, sejalan dengan berakhirnya masa bakti Rosan Perkasa Roeslani selaku ketum periode 2015-2020. Ada dua nama yang muncul dalam bursa calon Ketua Umum Kadin.

Selain Presiden Direktur PT Bakrie & Brothers Tbk, Anindya Bakrie, nama Direktur Utama Indika Energy Arsjad Rasjid juga masuk dalam bursa pencalonan ketua umum Kadin. Pemilihan Ketum Kadin akan dilakukan dalam Musyawarah Nasional Kadin pada Mei atau Juni 2021 mendatang.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menegaskan bahwa tak akan berpihak kepada Anindya Bakrie ataupun Arsjad Rasjid dalam bursa pemilihan Kadin 2021-2026.

"Saya tak dukung siapa pun di pencalonan Kadin, tapi mendukung agar Kadin bisa memberikan masukan yang independen ke pemerintah," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 29 Maret.

Sandi, sapaan akrabnya, juga menyebut pertemuannya dengan salah satu calon ketua umum Kadin yakni Anindya Bakrie, pekan lalu tidak berhubungan dengan kontestasi tersebut.

Lebih lanjut, Sandia berpendapat bahwa pemerintah semestinya tidak ikut dalam proses internal yang terjadi di organisasi tersebut. Ia memastikan akan fokus untuk menangani pemulihan ekonomi di masa krisis ini.

"Saya memastikan akan berfokus pada pemulihan ekonomi di masa pandemi COVID-19," tuturnya.

Momen pertemuan Sandiaga dengan Presiden Direktur Bakrie & Brothers Tbk. Anindya Bakrie diketahui melalui foto yang diunggah disosial media Instagram @anindyabakrie. Pertemuannya dengan Sandiaga Uno berlangsung di kantor VIVA Group, Jakarta, pekan lalu. Selain Sandiaga, pertemuan itu juga dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2014-2019, Arief Yahya.

Anindya mengungkap bahwa Sandiaga ingin berkolaborasi dengan Kadin untuk merealisasikan program-program terkait sertifikasi kesehatan cleanliness, health, safety and environment sustainability (CHSE).

"Program bro Menteri sangat jelas dan akan kita dukung dengan sepenuh hati," tulis Anindya.

Mendag Lutfi dan kepala BKPM dukung Arsjad

Berbeda dengan Sandi yang enggan menunjukan dukungannya dalam pencalonan ketua umum Kadin, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi yang juga merukapan sahabat Sandi, justru secara gamblang menyakatan dukungannya untuk salah satu calon yakni Arsjad Rasjid.

"Saya mendukung Pak Arsjad Rasjid menjadi ketua Umum Kadin indonesia 2021-2026. Saya yakin kita akan bersatu memajukan Indonesia, memulihkan perekonomian Indonesia," ujar Lutfi, dalam deklarasi pencalonan Arsjad Rasjid, di Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 26 Maret.

Melalu video conference, Lutfi menceritakan bahwa dirinya telah mengenal Arsjad sejak sama-sama mengenyam pendidikan di Los Angeles Amerika Serikat. Bahkan, kata Lutfi, dirinya dan Arsjad juga tinggal di tempat yang sama saat berkuliah.

Tak hanya itu, kata Lutfi, Arsjad dan juga dirinya  menjadi seorang pengusaha di waktu yang hampir bersamaan.

"Saya melihat saudara Arsyad menjadi contoh kita semua. Saya melihat Indika dari permulaan berusaha menjadi perusahaan yang menggurita sampai kemana-mana, yang menjadi acuan dunia usaha di Indonesia," ucapnya.

Lutfi menegaskan mendukungnya kepada Arsjad sebagai Ketum Kadin tanpa syarat apa pun. Ia hanya berharap Kadin ke depan tetap menjadi mitra strategis dari pemerintah.

Tak hanya Muhammad Lutfi, Kepala BKPM Bahlil juga mendukung Arsjad. Ia sempat berseloroh sebenarnya mendukung Erwin Aksa sebagai Ketum Kadin. Namun, dukungan itu berubah ke Arsjad karena Erwin tidak mencalonkan diri.

"Posisi saya jelas mendukung Bang Asrjad," ujar Bahlil.

Bahlil mengaku baru mengenal Arsjad pada pemilihan presiden beberapa waktu lalu. Ia mengenal Arsjad sebagai sosok yang murah senyum.

"Dia ada masalah aja senyum, apalagi tidak ada masalah. Dalam bersinergi kan Kadin dan Pemerintah butuh sosok mengkombinasikan nyaman tidak hanya formal dan informal," tuturnya.

Apalagi, kata Bahlil, Kadin ke depannya akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam memulihkan ekonomi. "Saya lihat Bang Arsjad bisa berkomunikasi dengan kabinet, bagaimana pendalaman UU Cipta Kerja, implementasi, cukup top banget saya lihat," ucapnya.

Adapun baik Anindya Bakrie maupun Arsjad Rasjid sama-sama mendapat dukungan dari Kadin daerah. Jika Anindya mendapat restu dari Kadin se-Sumatera dan Papua, Arsjadi mengklaim mendapat dukungan lebih dari 20 kadin daerah. Di antaranya,

Yogyakarta, Jawa Tengah, Sumatera dari Bengkulu, ada dari Sumbar, dan Maluku.

Dihimpun dari berbagai sumber, Arsjad merupakan seorang pengusaha dan profesional yang lahir di Jakarta pada 16 Maret 1970.  Perjalanan karier Arsjad dimulai saat bergabung dengan Indika Group pada tahun 1996.

Arsjad bergabung saat perusahaan tersebut pertama kali didirikan. Berbagai bisnis ditempuhnya bersama Indika: dari Production House (PH), Radio, Telekomunikasi, Stasiun Televisi sampai IT dan teknologi. 

Saat ini, Arsjad menjabat sebagai Direktur Utama PT Indika Energy Tbk. Adapun Indika Energy merupakan perusahaan energi terintegrasi nasional milik Agus Lasmono Sudwikatmono.

Di dalam Grup Indika Energy, Arsjad sebelumnya pernah menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris dan Direksi di berbagai perusahaan seperti PT Kideco Jaya Agung yang bergerak dibidang  batu bara, PT Tripatra Engineers & Contractors – perusahaan EPC (engineering procurement and construction) minyak dan gas, PT Petrosea Tbk. – kontraktor pertambangan, dan PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. Perusahaan logistik laut.