Zulhas Ungkap Permendag Nomor 31 Tahun 2023 Turut Dorong UMKM Go Digital
Mendag Zulhas (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan (Zulhas) menilai peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital 2023 merupakan langkah konkret pemerintah dalam membentuk percepatan transformasi digital dalam pengembangan ekonomi digital sebagai pilar strategis dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

"Pak Menko (Airlangga) tadi menyampaikan kita yang terbaik di ASEAN, arahan dan tahapannya jelas. Kalau kita mengikuti panduan itu, insyaallah kita bisa lebih cepat dari negara-negara ASEAN dan mungkin bahkan jadi negara terbaik di dunia," ujar Zulhas dalam peluncuran Buku Putih Strategi Nasional Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia 2030, Rabu 6 Desember

Zulhas menyampaikan Buku Putih ini dapat menjadi pedoman strategis bagi Kementrian/Lembaga dan pemangku kepentingan lainnya dalam menghadapi tantangan ekonomi digital kedepannya dan merupakan langkah konkret percepatan transformasi digital untuk mencapai keterpaduan layanan digital nasional, termasuk dalam hal perdagangan.

"Kata kuncinya kolaborasi. Kerja sama dan adaptasi digital menjadi kata kunci dalam menghadapi tantangan perdagangan saat ini. Kami yakin melalui kolaborasi dengan semua pihak dan melalui forum seperti ini dapat menghasilkan komitmen bersama untuk memajukan ekosistem digital Indonesia yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat," jelasnya.

Zulhas menyampaikan salah satu strategi Kemendag dalam menata ekosistem perdagangan melalui Permendag No. 31 Tahun 2023 tentang perizinan berusaha periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dan perdagangan melalui sistem elektronik.

Adapun, Zulhas menyampaikan permendag ini juga mendukung pemberdayaan UMKM serta pelaku usaha e-commerce dalam negeri dan meningkatkan perlindungan konsumen.

Lebih lanjut, Ia menyampaikan strategi lainnya yaitu meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk boarding di platform e-commerce sehingga dapat bersaing di pasar lokal dan internasional.

"Intinya kita tata agar sosial commerce atau e-commerce itu bisa mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, bisa menjadi pendukung bagi UMKM dan industri kita untuk menguasai pasar lokal dan global," tuturnya.