Bagikan:

JAKARTA – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyatakan persetujuan untuk menaikan anggaran subsidi energi tahun depan menjadi Rp189,1 triliun. Hal itu disampaikan oleh Anggota DPR dari Fraksi Golongan Karya (Golkar) Nurul Arifin saat menggelar rapat kerja bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam pembahasan RUU APBN 2024.

“Alokasi subsidi energi tahun 2024 disepakati sebesar Rp189,1 triliun, lebih tinggi dari usulan RAPBN 2024 (yang diajukan pemerintah),” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa, 19 September.

Nurul menjelaskan, alokasi subsidi energi itu terdiri dari subsidi jenis BBM tertentu dan LPG tabung 3 Kg sebesar Rp113,2 triliun.

“Termasuk juga didalamnya adalah subsidi listrik yang sebesar Rp75,8 triliun,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan bahwa harga minyak terkini sudah naik lagi ke level di atas 95 dolar AS per barel.

Padahal, dalam pembahasan RAPBN awal September asumsi harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP) sudah dikerek dari 80 dolar AS menjadi 82 dolar AS per barel.

“Geopolitik dan disrupsi rantai pasok telah mempengaruhi harga komoditas. Yang paling bisa kita lihat adalah harga minyak telah bergerak di atas 95 dolar per barel, saat baru saja kita naikan asumsinya dari 80 dolar ke 82 dolar per barel,” kata Menkeu.

Sebagai informasi, alokasi anggaran subsidi masuk ke dalam pos belanja nonkementerian/lembaga (non-K/L). Adapun, rancangan sementera belanja non-K/L di RUU APBN 2024 berjumlah Rp1.376,7 triliun, termasuk di dalamnya adalah dana kenaikan gaji pensiunan ASN tahun depan sebesar 12 persen.