Bagikan:

JAKARTA - Ajang penganugerahan terhadap para insan digital kembali digelar, yakni "TOP Digital Awards 2022" yang diselenggarkan hari ini, Kamis, 15 Desember di Raffles Hotel, Jakarta.

Ajang penghargaan tahunan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) & Solusi Digital terbesar tingkat nasional yang dihelat majalah ItWorks ini bekerja sama dengan sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia, dan dihadiri sejumlah Pimpinan Kementerian, Lembaga/Badan, Kepala Pemerintah Daerah, Walikota, Gubernur, serta IT Manager atau Chief technology officer (CTO)/ Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan, organisasi dan institusi untuk menerima langsung penghargaan ini.

Sejalan dengan tema yang diangkat pada penyelenggaraan event "TOP Digital Awards 2022" yakni “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”, para peraih pengharagaan ini telah mampu membuktikan bahwa inovasi, kreativitas dan terobosan digital yang dilakukan, telah berdampak signifikan, baik di internal perusahaan maupun hubungan eksternal, termasuk dengan mitra bisnis atau pelanggan (masyarakat).

Apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini, kreativitas dan inovasi serta antusias peserta, dalam menghadirkan solusi inovasi baru berbasis technology digital, terus mengalami peningkatan. Bahkan sejak pandemi COVID-19, transformasi digital mengalami lompatan baru di berbagai kalangan.

Pada lembaga atau institusi kepemerintahan, inovasi digital terutama sebagai upaya peningkatan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta implementasi dan pengembangan konsep smart city (kota cerdas).

Apalagi SPBE ini selaras dengan arah kebijakan nasional. Yakni Surat Edaran Menteri PANRB No. 18/2022 tentang Keterpaduan Layanan Digital Nasional Melalui Penerapan Arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE.

Sedangkan bagi pelaku usaha, inovasi dan akselerasi transformasi digital dilakukan sebagai upaya menyikapi situasi pandemi COVID-19 dan meningkatkan kinerja di era new normal, sekaligus sebagai upaya mempersiapkan diri memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan meningkatkan daya saingnya di kancah global.

Beberapa inovasi sistem aplikasi bisnis yang dikembangkan seperti ERP (Enterprise Resource Planning), Customer Relationship Management (CRM) untuk mengelola hubungan bisnis dengan pelanggan, aplikasi pemasaran, penjualan, manajemen keuangan (finance), HR, dan lainnya. Berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh Lembaga dan institusi kepemerintahan juga makin luas hingga ke daerah-darah, baik oleh Pemda maupun pelaku usaha, termasuk dari kalangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Beberapa perusahaan dan instansi pemerintah berhasil meraih penghargaan paling bergengsi, yakni Golden Trophy yang merupakan kategori penghargaan tertinggi dalam ajang "TOP Digital Awards 2022". Golden Trophy adalah pencapaian penghargaan “TOP Digital Awards” kategori Bintang 5 (Sangat Baik) selama tiga tahun berturut-turut.

Ada lima yang meraih Golden Trophy yakni PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pegadaian (Persero), Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan RI, dan PT Jasa Raharja (Persero).

Hadir Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Wamenkumham), Prof. Edward O.S. Hiariej, menerima penghargaan Bintang 5 Top Digital Awards 2022, sekaligus mewakili Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H. Laoly yang meraih penghargaan sebagai "TOP Leader on Digital Implementation 2022".

Selain itu beberapa perusahaan dan instansi lain juga meraih penghargaan level Bintang 5 (Sangat Baik). Di jajaran lembaga dan institusi pemerintah, di antaranya ada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan lainnya.

Sedangkan dari korporasi termasuk pengembang solusi aplikasi bisnis (business software developer), para peraih Bintangnya antara lain PT Deltadata Mandiri, PT Kideco Jaya Agung, ESTIM (software developer), PT Indonesia Indikator, PT Data Sinergitama Jaya (Elitery), PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, Perumdam Air Minum Apa' Mening (Malinau-Kaltara), RSUD Dr Iskak Tulungangung (Jatim), dan lainnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan peluncuran MSI Institute oleh Madani Solusi Internasiojnal (MSI) Group yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan untuk penguatan aspek pembelajaran bersama dalam kegiatan award-award yang diselenggarakan. Beberapa konsultasi dan pelatihan, terkait kegiatan penghargaan seperti TOP DIGITAL Awards, TOP CSR Awards, TOP GRC Awards, TOP BUMD Awards, TOP ESG Awards, TOP Human Capital Awards, siap diselenggarakan.

Digitalisasi Kian Menguat

Dalam keynote speech-nya Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional menyatakan terkait pentingnya transformasi digital, baik di sektor bisnis maupun pemerintahan.

"Saya kira tidak bisa kita pungkiri bahwasanya kita sudah sepenuhnya masuk ke era digital. Namun demikian semenjak kita melalui pandemi (COVID-19), kita merasakan dampak sepenuhnya dengan adanya keterbatasan kita bergerak, untuk bekerja, dan bertemu dengan yang lain (ternyata) banyak hal bisa disubstitusikan dengan digital," kata Ilham.

Menurutnya, digitalisasi substansinya adalah teknologi yang diterapkan untuk memperbaiki modus dan proses kerja secara keseluruhan, baik dari segi biaya, kecepatan, dan juga kualitas.

"Saya kasih contoh, kita ini baru beralih dari analog TV ke digital, itu harapannya ke depan adalah signalnya tentu lebih bagus, kemudian kita juga bisa dapat lebih banyak channel, dan para pelanggan (pemirsa) dapat satu layanan yang jauh lebih baik daripada dengan analog. Jadi, dengan adanya teknologi digital kita mendapatkan satu kualitas layanan yang lebih baik," ujarnya.

Bicara soal digitalisasi katanya, berarti juga akan menyinggung soal data dalam bentuk digital.

"Kita mungkin sering mendengar semboyan yang mengatakan bahwa ‘data is the new oil’. Dalam hal ini, data akan punya nilai jika data tersebut berada dalam bentuk digital," ujarnya.

"Makanya dengan digitalisasi itulah data punya potensi untuk bisa diolah dan bisa menjadi sesuatu yang punya nilai yang berlebih. Itu yang sebetulnya sama sama dengan minyak. Sehingga kalau kita produksi minyak itu dalam bentuk mentah dia tidak punya nilai, tetapi harus melalui proses untuk menjadi bahan bakar, plastik, menjadi pupuk, dan sebagainya," sambungnya.

Untuk mengolah data agar memiliki nilai seperti halnya minyak, Ilham juga menyinggung mengenai peran penting teknologi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning untuk mengetahui pola-pola yang ada pada data tersebut.

"Kadang kita sudah melihat polanya, alhamdulillah, kita dengan cepat mengerti datanya, tapi kadang datanya terlihat sangat acak, sehingga kita memerlukan satu mesin untuk mengerti pola atau membuat pola terlebih dahulu, sehingga kita mengerti bagaimana kita harus menginterpretasikan data," ujar Ilham.