Biaya Bengkak, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Butuh Tambahan PMN Rp3,2 Triliun
Ilustrasi (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) membutuhkan penyertaan modal negara (PMN) untuk menutupi pembengkakan biaya atau cost overrun.

Adapun PMN yang dibutuhkan sebesar Rp3,2 triliun.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wijoatmodjo kepada wartawan, dikutip Kamis, 29 September.

"Kebutuhan pmn dari pemerintah mungkin sekitar Rp3,2 triliun kurang lebih," kata Tiko, sapaan akrab Kartika.

Tiko mengatakan anggaran proyek KCJB akan ditambal dari pinjaman (loan) atau utang di perbankan dan PMN. Kata Tiko, pinjaman dialokasikan untuk menambah 75 persen dari total pembengkakan anggaran proyek strategis nasional (PSN) ini.

Sementara, lanjut Tiko, 25 pesen dari total cost overrun ditutupi oleh konsorsium Indonesia yakni PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan konsorsium China Railway International Co. Ltd. Salah satunya melalui PMN yang nantinya diberikan kepada PT KAI (Persero).

Tiko menjelaskan bahwa porsi ekuitas sebesar 25 persen memang berasal dari PMN. Sebelumnya memang direncanakan menggunakan anggaran PT Wijaya Karya (Persero) dan PT KAI (Persero). Namun karena keuangan kedua perusahaan ini bermasalah lantaran terkena dampak COVID-19, maka dialihkan ke PMN.

"Jadi porsi ekuitas 25 persen itu memang kita PMN. Tadinya memang tidak PMN, tadinya pakai uang WIKA dan KAI, karena COVID-19 KAI juga bermasalah, kita perkuat KAI-nya," katanya.

Kata Tiko, saat ini pembengkakan biaya proyek KCJB masih tahap audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

"Jadi cost overrun kan kita sedang audit BPKP kan, kita minggu depan ada rapat komite, ya kita biayailah ada dari PMN yang melalui Perpres sama dari pinjaman juga, kita sedang skemakan," katanya.

Masih kata Tiko, perhitungan (exercise) pembengkakan biaya yang kedua akan dibahas.

Tiko menyebut perhitungan yang kedua ini akan menjadi angka final.

"Ada eksercise kedua sedang kita bahas minggu depan harusnya kita keluar dengan angka excercise, baru ktia ajukan PMN untuk 2022 ini," jelasnya.