Bagikan:

JAKARTA - PT MD Pictures Tbk (FILM) bakal melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue senilai Rp1,9 triliun. Keputusan tersebut sudah disetujui dalam Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) rumah produksi film KKN di Desa Penari ini.

MD Pictures bakal melepas sebanyak-banyaknya 1,9 miliar saham atau setara 20 persen

"Dana hasil pelaksanaan rights issue akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan kegiatan usaha perseroan," jelas Komisaris MD Pictures Manoj Punjabi dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat 27 Mei.

RUPSLB sekaligus rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan digelar pada Rabu 25 Mei lalu. Disusul, paparan publik tahunan perseroan. Salah satu yang disetujui dalam RUPST adalah laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan perseroan untuk tahun buku 2021.

Sepanjang tahun lalu, MD Pictures mencatatkan kinerja positif dengan membukukan laba bersih Rp30,14 miliar. Penjualan juga mengalami pertumbuhan tajam 108,43 persen menjadi Rp255 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp122,36 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan segmen digital yang pesat, total pendapatan FILM turut terdorong hingga meningkat 85,73 persen, diperoleh dari segmen platform digital.

"Saya yakin dan optimistis pada 2022, MD Pictures akan semakin produktif pasca pandemi, sehingga kami bisa memanjakan masyarakat menikmati karya-karya seni perfilman yang berkualitas. MD Pictures juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas sambutan yang luar biasa terhadap film terbaru KKN di Desa Penari yang telah tembus delapan juta penonton," papar Manoj.

Sebelumnya, pada 30 April 2022, MD Pictures telah merilis film terbaru berjudul KKN di Desa Penari. Dalam waktu sekitar tiga pekan, film ini berhasil meraih lebih dari 8 juta penonton dan menjadi film Indonesia terlaris.