Bagikan:

JAKARTA - Konglomerat Garibaldi "Boy" Thohir bersiap membawa salah satu bisnisnya ke pasar modal. Anak usaha PT Adaro Energy Tbk, yakni PT Adaro Minerals Indonesia tengah bersiap mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) lewat skema initial public offering (IPO).

PT Adaro Minerals Indonesia Tbk merupakan perusahaan pertambangan batubara metalurgi. Adaro Minerals menawarkan sebanyak-banyaknya 6.048.580.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham, di mana jumlah saham yang dilepas setara 15 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Dengan harga penawaran di kisaran Rp100 hingga Rp125 per saham, Adaro Minerals berpeluang meraup dana segar hingga Rp756,07 miliar. Jika terjadi kelebihan pemesanan pada penjatahan terpusat, perseroan akan mengeluarkan sebanyak-banyaknya 604.858.000 saham biasa dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

Dalam prospektus awal IPO Adaro Minerals, dikutip Kamis 9 Desember, sekitar 60 persen dari dana IPO akan disalurkan sebagai pinjaman kepada PT Maruwai Coal. Oleh anak usaha Adaro Minerals, itu dananya digunakan untuk belanja modal, berupa perbaikan dan peningkatan kapasitas infrastruktur pertambangan batubara serta infrastruktur pendukung.

Hal tersebut dilakukan perseroan, seiring dengan meningkatnya produksi batubara dan biaya eksplorasi dalam rangka keperluan pengembangan teknik penambangan di Lampunut dalam kurun waktu tahun 2022 sampai dengan 2023.

Sisanya, sekitar 40 persen dipakai untuk membayar sebagai pokok utang kepada induk usahanya, yakni Adaro Energy (ADRO). Pinjaman dari ADRO itu diteken pada 16 Agustus 2021. Per 31 Agustus 2021, jumlah utangnya mencapai 186,9 juta dplat AS

Pinjaman yang jatuh tempo pada 16 Agustus 2026 itu dikenai bunga LIBOR+4 persen Rencananya, setelah pembayaran sebagian pokok utang, saldo utangnya akan tersisa sekitar 171 juta dolar AS.

Sebelumnya selalu rugi

Catatan saja, sejak 2018 hingga 2020 Adaro Minerals selalu merugi. Baru pada tahun ini tiba-tiba laporan keuangan Adaro Minerals menjadi positif.

Per 31 Agustus 2021, pendapatan usaha Adaro Minerals meroket 176,24 persen menjadi 206,62 juta dolar AS. Pendapatan usaha Adaro Minerals per Agustus 2021 sudah melampaui pendapatan usaha setahun penuh pada 2018, 2019 dan 2020 yang hanya di kisaran 100 jutaan dolar AS.

Lonjakan pendapatan usaha ini ditopang oleh harga jual rata-rata batubara sebesar 143,9 dolar AS per metrik ton, melambung 74,7 persen dibandingkan harga jual rata-rata delapan bulan tahun 2020 sebesar 82,4 dolar AS per metrik ton.

Selain itu volume penjualan barubara selama delapan bulan 2021 meningkat 59,3 persen menjadi 1,43 juta metrik ton. Alhasil, untuk kali pertama, paling tidak sejak 2018, per Agustus 2021 Adaro Minerals berhasil mencatatkan laba bersih.

Nilainya juga sangat signifikan, yakni mencapai 44,53 juta dolar AS berbanding rugi bersih 18,47 juta dolar AS per Agustus 2020.

Berikut ini jadwal IPO PT Adaro Minerals Indonesia Tbk:

- Masa Penawaran Awal: 9 - 16 Desember 2021.

- Perkiraan Tanggal Efektif: 22 Desember 2021.

- Perkiraan Masa Penawaran Umum: 24 - 28 Desember 2021.

- Perkiraan Tanggal Penjatahan: 28 Desember 2021.

- Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: 29 Desember 2021.

- Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham pada BEI: 30 Desember 2021