Ketika Selebritas Inggris Rita Ora Mencomot Kuota Karantina Hotel Warga Australia demi Syuting <i>The Voice</i>
Rita Ora (Instagram @ritaora)

Bagikan:

JAKARTA - Penyanyi Rita Ora menjadi salah satu figur publik yang paling dibicarakan selama pandemi COVID-19. Bukan karena prestasinya, melainkan karena sejumlah pelanggaran yang dia lakukan.

Paling baru, Rita Ora dikritik karena berkunjung ke Australia di saat pandemi  masih berlangsung. Saat ini, dia menjalani karantina di Sydney Hotel selama dua pekan sebelum syuting acara The Voice.

Pelantun Your Song ini dikonfirmasi menjadi juri musim baru The Voice Australia bersama Keith Urban, Guy Sebastian, dan Jessica Mauboy.

Kedatangannya ke Australia menimbulkan reaksi negatif dari warga Negeri Kanguru. Rita Ora dikabarkan mencomot kuota karantina di hotel yang disediakan pemerintah. Hal ini dapat berdampak kepada masyarakat Australia dari luar yang hendak kembali ke negaranya.

Melansir The Guardian, Kamis, 4 Februari, politisi Kristina Keneally mengatakan, “(Kejadian) ini adalah contoh Scott Morrison (Perdana Menteri Australia) membiarkan masyarakat Australia. Masih banyak 40 ribu masyarakat Australia terdampar di luar negeri.”

 

Selebritas Lakukan Karantina

Selain Rita Ora, ada selebritas lain seperti Matt Damon, Tom Hanks, dan Miranda Kerr yang juga melakukan perjalanan ke Australia. Matt Damon akan memulai proses syuting Thor: Love and Thunder. Tetapi dia memilih untuk melakukan isolasi di sebuah tempat tinggal pribadi.

Pemerintah memberi izin Damon untuk tidak melakukan isolasi di hotel namun dia diharuskan melakukan tes COVID-19 setiap minggu. Diketahui, keluarga Matt Damon juga membayar kebersihan, keamanan, monitor polisi, staf, makanan, dan seluruh tes reguler selama masa karantina.

Meski bertanggung jawab atas keputusannya, Matt Damon tidak lepas dari kritikan warganet. Mereka menganggap sang aktor memanfaatkan kekayaannya untuk menghindari karantina.

Larangan Bepergian dari Inggris

Pemerintah Inggris memberlakukan aturan COVID-19 yang berisi larangan bepergian keluar kota bahkan keluar negeri. Hal ini disebabkan karena kasus COVID-19 di Negeri Ratu Elizabeth kembali mengalami peningkatan.

Mereka melarang aktivitas bepergian untuk liburan atau tujuan lainnya. Namun, bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan di luar aktivitas liburan, mereka bisa menghubungi pemerintah Inggris.

Per Rabu kemarin, Inggris melaporkan adanya 19.202 kasus dan 1.322 kematian sejak 28 hari tes COVID-19 dilakukan.

“Bagaimana bisa Boris Johnson (Perdana Menteri Inggris) melarang bepergian di saat Rita Ora terbang ke Australia untuk acara televisi yang bodoh?” kata warganet yang mengirim cuitan ke Boris Johnson.

“Rita Ora tidak keren karena datang ke Australia di tengah pandemi dan mengambil jatah orang yang lebih membutuhkan. Lakukan hal yang benar dan tinggal di rumah.”

“Apakah ada orang Australia yang dapat menjelaskan mengapa Rita Ora diizinkan masuk ke Australia di saat orang Australia ingin kembali ke rumah?? Dan Rita Ora sudah melanggar aturan di negaranya sendiri. Anda tidak diterima di sini, Rita.”

Langgar Aturan COVID-19 di Inggris

Ini bukan kali pertama penyanyi berusia 30 tahun itu melanggar aturan pemerintah. Sebelumnya Rita Ora kembali dari Mesir untuk tampil di sebuah hotel bintang lima W Hotel di Kairo pada 21 November saat kasus COVID-19 di Inggris masih meningkat. Setelah kembali ke Inggris, pemerintah mengharuskan Rita Ora menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

Tetapi belum sampai seminggu, Rita Ora mengadakan pesta di restoran Casa Cruz secara tertutup. Kepolisian London melakukan investigasi atas kejadian ini setelah foto-foto Rita Ora keluar dari Casa Cruz beredar di internet.

Pekan lalu, kepolisian London Metropolitan mengungkap fakta baru. Mereka menyebut pihak Rita Ora membayar restoran sebesar 5 ribu poundsterling untuk mengadakan pesta di tengah lockdown. Awalnya pihak restoran menolak uang tersebut, karena butuh uang, mereka menerima tawaran itu.

Mereka juga menemukan fakta bahwa ketika acara berlangsung pihak Rita Ora meminta restoran untuk mematikan CCTV.

Saat itu, Rita Ora meminta maaf melalui media sosialnya karena mengadakan acara di tengah pandemi. "Saya meminta maaf sedalam-dalamnya karena melanggar aturan dan membuat kejadian ini dapat membahayakan orang lain."

Kini Rita Ora kembali melakukan kesalahan. Selain menutup kolom komentar Instagram-nya pribadinya, pihak Rita Ora belum memberikan respons apapun terkait masalah ini.