WHO Targetkan 70 Persen Penduduk Tiap Negara Sudah Divaksinasi Pertengahan 2022
Menlu Retno Marsudi bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat penyambutan WNI dari Afghanistan. (Kementerian Luar Negeri)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut Badan Kesehatan Dunia atau WHO menargetkan target vaksinasi COVID-19 di setiap negara. WHO menerapkan target bertahap. Salah satunya, setiap negara sudah melakukan vaksinasi sebanyak 70 persen penduduknya pada pertengahan tahun 2022.

"WHO telah menetapkan target vaksinasi global. Setidaknya, 10 persen populasi tiap negara pada akhir bulan ini dan 40 persen populasi tiap negara pada akhir 2021, serta 70 persen populasi tiap negara pada pertengahan 2022," kata Retno dalam konferensi pers virtual, Kamis, 2 Agustus.

Retno menuturkan, target ini dibuat karena vaksin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan akan menjadi modal yang kuat untuk terus dapat menurunkan angka penyebaran virus.

Sebab, kata Retno, belum ada pihak yang bisa memprediksi kapan pandemi COVID-19 akan berakhir. Bahkan, banyak negara yang mempersiapkan skenario hidup bersama COVID-19.

"Pandemi ini masih belum kelihatan akhirnya. Sejumlah negara memperkirakan pandemi akan perlahan berubah menjadi endemi dan telah melakukan penyesuaian strateginya ke arah hidup bersama COVID-19," ungkap Retno.

Retno menuturkan, sampai saat ini jumlah kasus COVID-19 global hampir menyentuh 210 juta dan angka kematian lebih 4,5 juta kasus. Setiap harinya, terdapat lebih dari 650.000 kasus baru di seluruh dunia.

Ia bilang, lonjakan kasus masih terjadi, termasuk di kawasan dan negara yang sebelumnya telah mengalami penurunan kasus. Namun, Indonesia sedang mengalami penurunan kasus.

"Alhamdulillah, di Indonesia jumlah kasus baru menunjukkan tren penurunan. kasus aktif sudah berada di bawah angka 200 ribu dan sejak 24 agustus yang lalu. Status PPKM di wilayah Jawa dan Bali sudah diturunkan ke level 3," ujarnnya.

Untuk terus meningkatkan perbaikan kondisi pandemi, Retno menyebut kemitraan antara pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia dalam rangka penerapan protokol kesehatan menjadi kunci untuk terus menjaga agar angka kasus tidak mengalami kenaikan lagi.