Kabar Baik, Jumlah Kematian akibat COVID-19 di Tangerang Mulai Menurun
Dokumen - Petugas pemakaman dari Pemkab Tangerang membawa peti mati pasien COVID-19 yang akan dimakamkan di TPU Buniayu, di Kabupaten Tangerang. (Foto: Azmi Samsul Maarif/Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan dan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Tangerang, Banten menyebutkan jumlah kasus kematian akibat virus corona di daerah itu mulai menurun setelah diterapkannya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

"Untuk kasus kematian di Kabupaten Tangerang saat ini mulai ada penurunan sekitar 20 persen, perubahan itu terlihat dari dua pekan terakhir ini," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi saat dikonfirmasi di Tangerang, dilansir Antara, Rabu, 4 Juli.

Ia menuturkan, berdasarkan data dari tim Satgas setempat angka penambahan kasus kematian dalam satu pekan terakhir ini hanya delapan orang meninggal dunia.

Dari penambahan itu menurutnya, merupakan jumlah yang sedikit jika dibandingkan pada awal bulan Juli 2021 dengan mencapai puluhan hingga belasan kasus kematian karena COVID-19.

"Kalau dibandingkan dengan dua minggu lalu kasus kematian bisa mencapai 20 kasus. Untuk sekarang paling banyak 8-12 kasus saja dalam seminggu itu," katanya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang sejauh ini hingga pada Rabu (4/8), setiap harinya selalu ada penambahan kasus kematian akibat virus corona itu.

Dengan jumlah secara kumulatif, jumlah kematian mencapai angka 368 orang dari jumlah total terkonfirmasi positif sebanyak 23.278 orang.

Kemudian untuk pasien yang menjalani perawatan total sebanyak 305 orang, sedangkan pasien yang kini dinyatakan sembuh yaitu 20.688 orang. Sementara untuk orang yang menjalani isolasi jumlahnya 1.917 orang.

Ia menyebutkan, meski saat ini terjadi penurunan kasus pada kematian dan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, pihaknya tetap mengingatkan masyarakat agar tidak kendor mematuhi dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Meski ada penurunan, tetap saja masyarakat harus patuh pada peraturan pemerintah terkait menjaga protokol kesehatannya," kata Hendra.