Bupati Temanggung HM Al Khadziq dan Petani Tembakau Harapkan Ini pada Perusahaan Rokok
Bupati Kabupaten Temanggung H.M Al Khadziq. (Istimewa)

Bagikan:

JAKARTA - Bupati Temanggung, HM Al Khadziq, menggelar rapat terbatas dengan kantor pusat PT. Djarum Kudus, membahas persiapan masa panen tembakau 2021. Dalam kesempatan ini Bupati meminta perusahaan bisa membeli tembakau petani sampai akhir musim nanti dengan harga yang pantas.

Rapat digelar secara daring pada Selasa 13 Juli itu dari pihak pabrik hadir Direktur Pembelian PT Djarum, Sutanto. Sementara Bupati Temanggung didampingi Wakil Bupati Drs. Heri Ibnu Wibowo, para perwakilan petani tiga gunung, Ketua APPTI Agus Parmuji, perwakilan pedagang H. Nur Qomar, dan anggota DPRD, Mahbub, demikian dikabarkan melalui release yang diterima redaksi.

Harga Jual   

Kepada  pihak Djarum, Bupati Temanggung meminta beberapa hal terutama soal penyerapan hasil panen petani tembakau. “Kami meminta agar pihak Djarum bisa membeli tembakau asli Temanggung sampai akhir musim nanti dengan harga tinggi. Soalnya biaya produksi semakin tahun naik terus. Meminta panen tahun ini dapat mengobati kekecewaan petani tembakau yang selama beberapa tahun terakhir rugi karena harga beli industri rendah,” demikian alasan Bupati.

Perkebunan tembakau di Temanggung. (Facebook Kabupaten Temanggung)
Perkebunan tembakau di Temanggung. (Facebook Kabupaten Temanggung)

 

Selain itu Bupati juga meminta pihak Djarum mengubah system pembelian. “Kami juga mengharapkan pihak Djarum mengubah  sistem pembelian dari sebelumnya sistem titip jual di grader menjadi sistem beli kontan "timbang-bayar". Sistem titip jual sangat merugikan petani karena sering terjadi revisi pabrik, baik revisi harga maupun revisi jumlah (out) yang sangat merugikan petani,” tandasnya.

Selain itu yang juga diharapkan adanya perbaikan pola kemitraan antara petani dan  Djarum yang sudah terjalin selama ini.  Selama ini petani tidak ada kesepakatan harga jual dengan produsen rokok. Mustinya sejak awal kemitraan sudah ada komitmen harga jual. Sehingga petani tidak merasa dijebak di akhir dengan harga yang rendah. Dengan pola ini diharapkan petani dirugikan. 

Sedangkan soal penerapan protokol kesehatan yang diterapkan pihak Djarum menurut Bupati Temanggung HM Al Khadziq jangan sampai menyulitkan petani. “Boleh saja menerapkan protokol kesehatan di Gudang, namun jangan menyulitkan petani, serta jangan sampai menghambat arus masuk barang karena akan mempengaruhi harga di tingkat petani,” harap Bupati.

Komitmen 

Sementara itu Direktur Pembelian PT. Djarum, Sutanto memberikan tanggapan atas permintaan yang disampaikan Bupati.   Ia mengatakan bahwa PT. Djarum akan tetap membeli hasil panen pada musim panen kali ini, karena tembakau Temanggung menjadi bahan baku penting dalam produksi rokok di perusahaan ini. Minimal kuota pembelian musim ini adalah 4 ribu ton.

Sutanto dari PT. Djarum saat melakukan rapat daring. (Istimewa)
Sutanto dari PT. Djarum saat melakukan rapat daring. (Istimewa)

 

Belakangan karena cukai naik ikut berdampak pad penjualan Djarum sebagai produsen rokok. Angka penjualan rokok kretek menurun. Meski demikian pihak Djarum tetap akan membeli tembakau petani dengan harga yang pantas sesuai kualitasnya, dan berharap iklim dan cuaca akan tetap baik sehingga menghasilkan tembakau kualitas tinggi.

Sementara untuk sistem pembelian kata Sutanto akan diberlakukan sistem trading. “Untuk pembelian Djarum di Temanggung tahun ini semuanya akan menggunakan sistem trading, bukan sistem grader titip jual lagi. Sehingga secara teori harusnya tidak ada namanya revisi tembakau dikembalikan ke petani lantaran ditolak pabrik,” katanya.

Djarum juga akan menindak kalau ada grader nakal yang salah menaksir harga tembakau petani. Susanto meminta petani untuk berani bicara kalau ada grader salah menaksir harga atau salah menaksir kualitas tembakau, sehingga ditolak pabrik. “Jangan mau kalau dikembalikan tembakaunya. Djarum siap menindak grader nakal yang membuat petani rugi,” tandasnya.

 

Selama pandemi COVID-19 ini sebagai mitra petani pihak Djarum sudah melakukan vaksinasi untuk petani dan pedagang. “Kami mengucapkan terima kasih atas vaksiansi yang sudah dilakukan untuk petani dan pedagang. Meski sudah divaksinasi petani, pedagang dan semua yang terlibat dalam harus melaksanakan protokol kesehatan tanpa kecuali,” demikian harapan Bupati HM Al Khadziq.