13 Anak dan 1 Balita Ikut Terpapar COVID-19 dari Klaster Ziarah Wali Songo Banyuwangi
Warga peziarah Wali Songo menjalani tes PCR di Diklat Licin, Banyuwangi, Jawa Timur (IST)

Bagikan:

BANYUWANGI - Sebanyak 61 peziarah wali songo yang positif COVID-19 dikarantina di Balai Diklat Licin, Banyuwangi, Jawa Timur. Ada belasan anak ikut terpapar COVID-19 dari klaster ini.

Kepala Puskesmas Licin dr Nira Istadewi mengatakan ada 13 anak-anak dan 1 balita yang terpapar virus corona. Mereka terkonfirmasi positif COVID-19 tanpa gejala atau tanpa keluhan sakit.

"Semua sehat tak ada keluhan sakit sama sekali. Seandainya mereka negatif PCR isolasi mandiri di rumah, kalau positif tetap tinggal di balai diklat," katanya,” katanya saat dihubungi, Senin, 28 Juni. 

Nira mengatakan saat ini mereka kembali menjalani tes swab PCR. Namun hasilnya belum keluar.  Jika dinyatakan positif, mereka akan tetap dikarantina di Diklat Licin. 

Namun jika negatif akan diminta karantina di rumah masing-masing. "PCR belum keluar hasilnya dan masih kirim ke Labkesda," katanya. 

Diklat Licin, kata Nira, saat ini menampung 65 orang warga. Dua warga lainnya yakni pekerja migran Indonesia (PMI) yang dinyatakan positif COVID-19 dari hasil tes PCR.

Diberitakan sebelumnya 61 orang dari total 98 warga dari Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, dinyatakan positif COVID-19, usai melakukan ziarah wali songo. Rombongan itu berangkat berziarah dengan menggunakan dua bus.

"Dari 98 yang diperiksa hasilnya 61 positif. Mereka langsung dikarantina di gedung Diklat Licin," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Banyuwangi, Widji Lestariono saat dihubungi.

Widji mengatakan, penularan diduga terjadi di kota-kota yang disinggahi. Kemudian di dalam bus, para peziarah kemungkinan sulit untuk menjaga jarak dan memakai masker dengan benar.

"Ini ada dua bus mereka sudah pasti di bus tak jaga jarak dan pakai masker, kemudian turun di kota-kota (yang disinggahi) dan berinteraksi dengan orang lain," katanya.