Penumpang Garuda Positif COVID-19, PKS: Pemerintah Harus Evaluasi Alat Deteksi Corona
FOTO ILUSTRASI/ANTARA

Bagikan:

JAKARTA - Anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR Suryadi Jaya Purnama, menyoroti temuan adanya penumpang terkonfirmasi positif COVID-19 pada penerbangan maskapai Garuda Indonesia setibanya di Hong Kong, Minggu, 20 Juni. 

Temuan itu, membuat otoritas Hong Kong melarang sementara penerbangan maskapai Garuda Indonesia dari Jakarta mulai 22 Juni hingga 5 Juli. 

Atas kasus tersebut, Suryadi meminta pemerintah mengevaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan yang memungkinkan terjadi kesalahan. Sebab sebelumnya, penumpang yang bersangkutan sudah dilakukan tes di Jakarta dan hasilnya negatif.

"Perlu dilakukan evaluasi terhadap penggunaan berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan, dimana peralatan tersebut menggunakan beberapa metode yang berbeda dalam mendeteksi COVID-19," ujar Suryadi, Jumat, 25 Juni.

Anggota Komisi V DPR yang mengurusi soal perhubungan itu menyebutkan, beberapa pakar kesehatan sendiri telah sejak lama meminta pemerintah untuk mengevaluasi penggunaan peralatan pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan. 

Misalnya, penggunaan alat swab dengan metoda tes PCR (polymerase chain reaction). Dia menilai alat dan metode itu dapat mendeteksi keberadaan virus dalam tubuh manusia secara langsung.

Selain tes PCR, lanjutnya, ada metode lain yang tidak mendeteksi secara langsung keberadaan virus dalam tubuh seseorang namun dapat mengindikasikan adanya virus. Yaitu dengan cara mendeteksi pola senyawa VoC atau Volatile Organic Compound dalam embusan napas manusia yang diharapkan dapat mengindikasikan ada atau tidaknya virus dalam tubuh seseorang. 

"Karena metodenya yang tidak langsung dalam mendeteksi COVID-19 tersebut, maka dibutuhkan data yang sangat banyak untuk menguji keakurasian alat tersebut," jelasnya.

Seiring peningkatan kasus dan masih terjadinya mobilisasi, maka kata dia, pemerintah harus benar-benar memastikan keakuratan alat pendeteksi COVID-19.

Sebaiknya pemerintah smabung Suryadi menggunakan standard screening atau tes diagnosis yang sudah disetujui WHO saja, guna menghindari meluasnya penyebaran COVID-19.

"Apalagi munculnya varian-varian COVID-19 yang baru, maka Fraksi PKS berpendapat bahwa evaluasi berbagai alat pendeteksi COVID-19 sebagai syarat perjalanan semakin urgen untuk dilakukan," tegas Suryadi.