JAKARTA – Media sosial bukan lagi ruang privat, melainkan sudah menjadi portofolio kehidupan di era konvergensi, dengan industri kreatif hari ini menyoroti keahlian pengemasan digital persona yang profesional.
Guna memberikan persektif nyata kalangan industri media digital, Program Studi D4 Produksi Media Institut Media Digital Emtek (IMDE) menggelar kuliah praktisi bertajuk "Content Creator 101: Social Media Strategies to Build Your Personal Brand as a Portfolio."
Bertempat di Auditorium Kampus IMDE, kuliah praktisi ini wajib dan eksklusif bagi mahasiswa mata kuliah Social Media Strategy IMDE.
Influencer lifestyle Meisya Sallwa yang menjadi pemateri kegiatan ini menekankan, branding is not flexing, selama apa yang ditampilkan di media sosial memang nyata adanya.
Sallwa mengatakan, alih-alih terjebak mencari keviralan sementara, konten kreator pemula lebih baik memikirkan bagaimana suatu konten bisa sustain atau bertahan dalam jangka waktu lama.
"Jangan mulai dari pertanyaan 'Aku mau bikin konten apa?', tetapi mulailah dari 'Aku mau dikenal sebagai siapa?'. Tentukan positioning kalian terlebih dahulu" "niche kalian," ujar Meisya, melansir keterangan tertulis, Sabtu (30/5).
Dalam kesempatan ini Sallwa membedah formula membangun kehadiran digital yang kuat, mulai dari Identitas, Konten, Kepercayaan (Trust), Personal Branding, hingga melahirkan Nilai (Value).

Dijelaskannya, individu harus mengombinasikan kemampuan public speaking, otentisitas dan reputasi agar konten tidak terasa generik.
"Di sinilah pentingnya menyusun strategi agar kita bisa post with direction," jelasnya.
Sementara itu, dosen mata kuliah Social Media Strategy Rifa Yusya Adilah M.I.Kom memaparkan urgensi penguasaan lanskap digital bagi para calon praktisi media.
"Di era konvergensi, media sosial bukan lagi sekadar ruang privat, melainkan sebuah lembar portofolio hidup," jelas Rifa.
"Industri kreatif hari ini melihat bagaimana mahasiswa mampu mengemas keahlian mereka ke dalam bentuk digital persona yang profesional. Kita ingin mahasiswa lulus sudah memiliki personal brand yang matang," tandasnya.
Berlangsung secara interaktif, mahasiswa yang hadir secara aktif dan antusias berdiskusi mengenai strategi media sosial dalam menghadapi era algoritma, konsistensi produksi konten, hingga strategi menghadapi komentar negatif demi menjaga reputasi diri atau brand.
BACA JUGA:
Hadir dalam kuliah praktisi ini antara lain, Rektor IMDE Totok A Soefijanto, Ed.D, Ketua Program Studi D4 Produksi Media IMDE, Teguh Setyawan, M.I.Kom., serta Ketua Program Studi Konten Kreatif Erwin Mulyadi, S.Si., M.I.Kom.
Diketahui, Rifa dan Sallwa merupakan profil muda di industri kreatif yang berteman sejak kuliah.
Selain influencer, Sallwa merupakan penulis buku self development yang karyanya telah go international dan menjadi salah satu best-seller di Indonesia dan Malaysia.
Sedangkan Rifa yang menginisiasi kegiatan ini merupakan profesional yang telah berkarir di industri media, serta aktif di depan dan belakang layar. Menariknya, ia merupakan lulusan IMDE tahun 2019 yang kini kembali ke almamaternya sebagai dosen.