JAKARTA - Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra penting dalam memperkuat konektivitas dan kerja sama lintas kawasan, kata Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir.
Hal tersebut disampaikan Wamenlu RI seiring dengan pertemuan konsultasi bilateral Indonesia-Tajikistan bersama timpalannya Deputi Menteri Luar Negeri Idibek Kalandar di Dushanbe pada Hari Rabu.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan produktif tersebut, Indonesia dan Tajikistan sepakat memperkuat kemitraan dan memperluas kerja sama bilateral di berbagai sektor prioritas.
Kedua pihak menegaskan komitmen untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat kedua negara.
Mengemuka pula rencana penyusunan roadmap kerja sama bilateral sebagai panduan penguatan hubungan jangka panjang yang lebih terarah, inklusif, dan berorientasi hasil.

Lebih lanjut, Indonesia mendorong penguatan kerja sama ASEAN dan Asia Tengah. Dalam konteks tersebut, Indonesia mengharapkan penguatan interaksi dan kolaborasi Tajikistan dengan ASEAN, termasuk dengan bergabung dalam Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan kemungkinan Tajikistan membuka Kedutaan Besar sekaligus Perwakilan Tetap untuk ASEAN di Jakarta.
"Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra penting dalam memperkuat konektivitas dan kerja sama lintas kawasan antara ASEAN dan Asia Tengah, seiring meningkatnya dinamika geopolitik dan kebutuhan akan kolaborasi global yang lebih inklusif," ujar Wamenlu Tata, sapaan akrabnya, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Jumat (29/5).
Dalam konsultasi kali ini, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, pendidikan, industri hilirisasi, serta transformasi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Di bidang sosial budaya, kedua negara juga sepakat memperkuat hubungan antarmasyarakat, termasuk melalui pariwisata, kerja sama pendidikan dan pertukaran budaya.
Sebagai hasil konkret pertemuan, kedua Wakil Menteri Luar Negeri menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Pembentukan Komite Konsultasi Bilateral yang membuka babak baru hubungan bilateral antara Tajikistan dan Indonesia, sekaligus menjadi landasan penguatan konsultasi bilateral ke depan.
BACA JUGA:
Selain isu bilateral, Indonesia dan Tajikistan bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi geopolitik dan kawasan, serta menegaskan komitmen untuk saling mendukung di berbagai forum internasional.
Usai pertemuan konsultasi bilateral, delegasi Indonesia juga melakukan kunjungan ke kawasan ekonomi bebas Dangara, sekitar dua jam dari ibu kota Dushanbe, guna menjajaki peluang kerja sama perdagangan dan investasi di Tajikistan.
Rangkaian kunjungan ke Tajikistan ini kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk memperluas kemitraan strategis dengan negara-negara Asia Tengah serta memperkuat peran Indonesia sebagai jembatan kerja sama antar kawasan yang inklusif dan berorientasi masa depan.