Bagikan:

JAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir menyambut baik pembukaan Kedutaan Besar Angola di Jakarta, mengatakan negara tersebut merupakan mitra penting Indonesia di Benua Afrika.

Hal tersebut diutarakan Wamenlu Arrmanatha saat melakukan pertemuan bilateral dengan Sekretaris Negara/Wakil Menteri Luar Negeri Bidang Administrasi, Keuangan, dan Warisan Budaya Republik Angola, Osvaldo Dos Santos Varela di Kedutaan Besar (Kedubes) Republik Angola di Jakarta, Rabu 30 April.

Dalam pertemuan yang dilakukan sebelum peresmian, Wamenlu RI menyampaikan sambutan positif Indonesia atas pembukaan Kedutaan Besar Angola di Jakarta.

"Angola merupakan mitra kunci Indonesia di Afrika dan juga dalam kerja sama Selatan-Selatan. Pembukaan Kedubes Angola di tengah perayaan 70 Tahun Konferensi Asia-Afrika merupakan momentum penting bagi persahabatan dan peningkatan hubungan kedua negara," ujar Wamenlu Arrmanatha dalam keterangan Kementerian Luar Negeri RI, Kamis 1 Mei.

Dalam pertemuan bilateral kali ini, kedua belah pihak menegaskan komitmen penguatan kerja sama bilateral di berbagai bidang.

Pertama, kedua pihak menekankan pentingnya penguatan kerja sama bilateral baik melalui mekanisme Konsultasi Politik yang telah berjalan dan maupun melalui Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) yang diharapkan dapat segera ditandatangani oleh Menlu kedua negara dalam waktu dekat.

wamenlu ri dan wamenlu angola
Wamenlu Tata bersama Wamenlu Dos Santos Varela. (Sumber: Kemlu RI)

Selain itu, Wamenlu Tata dan Wamenlu Dos Santos Varela juga berharap dapat segera menyelesaikan berbagai nota kesepahaman antar kedua negara khususnya di bidang minyak dan gas, industri, perikanan dan sumber daya kelautan, serta pelatihan diplomatik.

Di bidang ekonomi, kedua negara juga menyepakati pentingnya diversifikasi komoditas perdagangan non-migas, perluasan akses pasar dan pemberian manfaat tarif bagi komoditas unggulan kedua negara.

Salah satu upaya tersebut adalah melalui pembentukan Indonesia-Angola Preferential Trade Agreement (PTA), yang sempat tertunda sejak Oktober 2021.

Indonesia juga siap mendukung visi Angola menjadi produsen utama sektor pertanian dan perikanan di kawasan Sub-Sahara Afrika dalam lima tahun ke depan, melalui skema kerja sama pembangunan internasional.

Sejalan dengan upaya diversifikasi, Indonesia sendiri akan terus memperkuat kerja sama sektor migas dengan Angola dalam rangka mencapai ketahanan energi nasional.

Adapun Angola di sisi lain menawarkan kerja sama di sektor mineral kritis, yang juga menjadi salah satu prioritas utama Indonesia.

Di bidang kerja sama regional, Indonesia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan untuk kepemimpinan Angola sebagai Presiden Uni Afrika tahun 2025. Kedua negara sepakat untuk menjajaki potensi kerja sama antara ASEAN dan Uni Afrika.

Mengakhiri pertemuan, kedua Wamenlu sepakat untuk terus bekerja sama dalam mereformasi sistem multilateral.

"Pembukaan Kedubes Angola di tengah ketidakpastian global saat ini juga merupakan sinyal yang baik bagi peningkatan kerja sama Selatan-Selatan khususnya dalam menciptakan tata kelola global yang lebih adil," pungkas Wamenlu Arrmanatha.