Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat untuk mempererat hubungan bilateral, serta mendorong kerja sama dua negara di sektor ekonomi dan people-to-people contact.

Hal ini ditegaskan dalam pertemuan Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Christiawan Nasir dengan Deputi Pertama Perdana Menteri Tajikistan Hokim Kholiqzoda di Komplek Kantor Administrasi Kepresidenan Tajikistan di Dushanbe.

Pemerintah Indonesia dan Tajikistan sepakat bahwa momentum 31 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tajikistan perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama bilateral, khususnya kerja sama konkret di berbagai bidang, kata Kementerian Luar Negeri RI dalam keterangannya, Sabtu 31 Mei.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk mendorong saling kunjung pejabat tinggi dan menjajaki pembentukan mekanisme konsultasi bilateral, lanjut kementerian.

Pertemuan juga secara khusus membahas potensi peningkatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi, industri, dan energi. Dalam kesempatan tersebut, Deputi PM Kholiqzoda menyampaikan keinginan Tajikistan untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya dalam sektor industri hilirisasi.

Tajikistan sendiri merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, termasuk bauksit, dan katun sebagai komoditas ekspor utama. Selain itu, dibahas pula peluang kerja sama di bidang hidro-energi serta pengolahan minyak sawit.

Guna meningkatkan interaksi antar kalangan bisnis, Wamenlu Tata menyampaikan undangan kepada Tajikistan untuk berpartisipasi dalam Halal Indo Expo pada 25-28 September 2025 dan Trade Expo Indonesia pada 15-19 Oktober 2025.

Deputi Pertama Perdana Menteri Tajikistan menyambut baik undangan tersebut dan akan mendorong partisipasi tingkat tinggi. Pihak Tajikistan juga mengharapkan Pemri dapat meningkatkan jumlah beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa Tajikistan untuk dapat menempuh pendidikan di Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Wamenlu Tata juga melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Tajikistan Sirojiddin Muhriddin, serta Kepala Badan Investasi dan Pengelolaan Aset Negara Sulton Rahimzoda. Pertemuan membahas secara rinci berbagai kerja sama konkret yang akan dijajaki kedua negara, termasuk dalam bidang politik, sosial-budaya, serta penguatan perdagangan dan investasi di kedua negara.

Diketahui, Wamenlu Tata berada di Dushanbe, Tajikistan dalam rangka memimpin Delegasi Indonesia pada pertemuan the High-Level International Conference on Glaciers’ Preservation 2025 yang diselenggarakan pada tanggal 29-31 Mei 2025.