JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Senin mendesak negara-negara mayoritas Muslim di Timur Tengah dan sekitarnya untuk menormalisasi hubungan dengan Israel sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian Iran yang sedang dirancang.
Dalam unggahan panjang di media sosial, Trump mencantumkan negara-negara yang para pemimpinnya telah ia ajak bicara pada Hari Sabtu tentang upaya untuk mengakhiri perang dengan Iran.
"Setelah semua upaya yang dilakukan oleh Amerika Serikat untuk mencoba dan menyatukan teka-teki yang sangat kompleks ini, seharusnya wajib bagi semua negara ini, setidaknya secara bersamaan, untuk menandatangani Abraham Accords (Perjanjian Abraham)," tulisnya, melansir Al Arabiya (25/5).
Abraham Accords adalah serangkaian kesepakatan yang ditengahi di bawah pemerintahan Trump pada tahun 2020.
Perjanjian tersebut mengatur normalisasi hubungan diplomatik antara Israel dan negara-negara yang secara historis bermusuhan dengannya.
"Mungkin ada satu atau dua (negara) yang memiliki alasan untuk tidak melakukannya, dan itu akan diterima, tetapi sebagian besar harus siap, bersedia, dan mampu menjadikan Kesepakatan dengan Iran ini sebagai Peristiwa yang jauh lebih Bersejarah daripada yang seharusnya," tulis Trump dalam unggahan Truth Social-nya.
Dalam unggahan yang sama, Ia mengatakan negosiasi dengan Iran “berjalan dengan baik!”
Sebelumnya, Trump mengatakan dalam unggahan Truth Social terpisah, kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesepakatan yang "hebat dan bermakna" atau tidak akan ada kesepakatan sama sekali.
BACA JUGA:
"Kesepakatan dengan Iran akan menjadi kesepakatan yang hebat dan bermakna, atau tidak akan ada kesepakatan sama sekali," tulis Trump.
"Ini akan menjadi kebalikan dari bencana JCPOA yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama yang gagal, yang merupakan jalan langsung dan terbuka menuju Senjata Nuklir bagi Iran. Tidak, saya tidak membuat kesepakatan seperti itu!" lanjutnya.
AS dan Iran meredam harapan akan terobosan segera dalam upaya mengakhiri perang mereka pada Hari Senin, dengan diplomat tertinggi AS mengatakan Washington akan mendapatkan kesepakatan yang baik atau bernegosiasi dengan Tehran dengan "cara lain."